spot_img

Rencana Gencatan Senjata 60 Hari Terganjal, Iran Kembali Luncurkan Rudal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah angkatan bersenjata Iran melaporkan peluncuran rudal ke sejumlah sasaran misterius pada Kamis malam (28/5/2026) waktu setempat. Aksi militer ini terjadi tepat saat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mempertimbangkan kesepakatan gencatan senjata selama dua bulan.

Mengutip CNBC International pada Jumat (29/5/2026) WIB, media pemerintah Iran, Fars, menyebut serangan rudal tersebut menyasar target yang tidak diidentifikasi. Langkah ini memperkeruh suasana setelah Pentagon melaporkan Iran sempat meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait. Pasukan Iran juga terpantau mengerahkan drone tempur di sekitar Selat Hormuz.

Kabar serangan ini muncul hanya beberapa jam setelah pejabat Gedung Putih memberikan sinyal positif. AS dan Iran disebut hampir menyepakati poin-poin penghentian perang yang telah berlangsung selama tiga bulan. Kesepakatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) berdurasi 60 hari.

Meski demikian, Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir atas draf tersebut. Nota kesepahaman ini mencakup perpanjangan gencatan senjata dan dimulainya kembali negosiasi nuklir. Laporan Axios menyebut pihak Iran sudah menyetujui kesepakatan itu, namun Teheran belum memberikan konfirmasi.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, tidak memberikan jawaban pasti mengenai status kesepakatan tersebut. Ia hanya menyebut proses negosiasi masih berlangsung sangat dinamis.

“Tim telah bolak-balik melakukan negosiasi,” ujar Bessent dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Bessent menekankan Trump memiliki batasan tegas atau red lines untuk setiap perjanjian. Iran wajib menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan ambisi senjata nuklirnya. Selain itu, Selat Hormuz harus tetap terbuka bebas untuk pelayaran internasional seperti sebelum perang pecah.

Situasi diplomasi ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan yang terus memanas. Departemen Keuangan AS baru saja menjatuhkan sanksi kepada Persian Gulf Strait Authority. Badan tersebut dibentuk Teheran untuk mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz.

Sanksi ini merupakan bagian dari “Operation Economic Fury”. Ini adalah strategi pemerintahan Trump untuk menekan keuangan Teheran sebagai pengganti kampanye militer. Bessent juga memperingatkan negara-negara lain, termasuk Oman, agar tidak bekerja sama dengan Iran terkait pungutan biaya (tol) di selat tersebut.

“Oman, khususnya, harus tahu Departemen Keuangan AS akan secara agresif menargetkan aktor mana pun yang terlibat — secara langsung atau tidak langsung — dalam memfasilitasi pungutan tol di Selat tersebut dan mitra mana pun yang bersedia akan dihukum,” tulis Bessent melalui akun media sosial X miliknya.

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan pernyataan keras terhadap Oman dalam rapat kabinet. Ia menegaskan Oman harus mengikuti aturan internasional atau akan menghadapi tindakan militer. Namun, Duta Besar Oman kemudian memastikan tidak ada rencana pemberlakuan biaya tol di wilayah tersebut.

Di tengah ketidakpastian ini, Trump merasa tidak terburu-buru untuk menyelesaikan kesepakatan sebelum pemilihan paruh waktu. Ia menilai posisi ekonomi Iran saat ini sangat lemah akibat tekanan AS.

“Mereka terpukul hebat. Ekonomi mereka sedang merosot tajam,” kata Trump.

Indeks saham utama Wall Street sempat menguat pada perdagangan Kamis merespons harapan perdamaian. Namun, pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi membuat pelaku pasar tetap waspada. Fokus investor kini tertuju pada apakah MoU 60 hari tersebut akan ditandatangani atau justru terkubur oleh aksi militer terbaru.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Gedung Putih Ungkap Hasil Pemeriksaan Trump, Ada Pembengkakan Ringan di Kaki

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Gedung Putih merilis memo hasil pemeriksaan...

Ancam ‘Ledakkan’ Oman, Trump Beri Peringatan Keras Soal Jalur Minyak Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Pemerintahan Presiden Donald Trump melontarkan ancaman...

Sinyal Damai AS-Iran Menggantung, Trump Akhiri Rapat Tanpa Keputusan Final

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Donald Trump menyelesaikan pertemuan di...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru