STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Paraga Artamida, pemegang saham pengendali PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), memborong sebanyak 1.713.803.918 lembar saham atau setara 8,09% dari total saham Perseroan. Transaksi tersebut dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2026.
Paraga Artamida membeli saham BSDE di harga Rp880 per lembar dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,5 triliun. Tujuan pembelian ini untuk menambah investasi sekaligus mempertahankan posisi pengendali di BSDE.
Sebelum transaksi, kepemilikan Paraga Artamida tercatat sebanyak 8.580.589.764 saham atau setara 40,53%. Setelah transaksi, kepemilikan meningkat menjadi 10.294.393.664 saham atau setara 48,62% dari total saham disetor Perseroan.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (6/5/2026), saham BSDE ditutup stagnan di level Rp770 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham ini melemah 6,66%. Namun, jika dibandingkan dengan posisi 6 April 2026 di level Rp755, harga saham masih mencatat kenaikan 1,98%.
Dari sisi kinerja, Perseroan mencatat hasil yang cukup solid. Hingga kuartal I 2026, BSDE membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,54 triliun, tumbuh 5% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp2,43 triliun.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, dalam keterbukaan informasi pada Senin (4/5/2026), menyampaikan bahwa capaian tersebut setara 25% dari target marketing sales tahunan Perseroan sebesar Rp10 triliun.
Menurut Hermawan Wijaya, kontribusi terbesar berasal dari segmen residensial sebesar Rp1,23 triliun atau 49%. Disusul segmen komersial Rp944,14 miliar atau 37%, serta segmen lainnya Rp364,39 miliar atau 14%.
Ia menambahkan, kinerja awal tahun ini mencerminkan minat pasar yang tetap terjaga, terutama pada proyek dengan lokasi strategis dan konsep terintegrasi.
Strategi Perseroan dalam menghadirkan produk yang tepat sasaran serta program pemasaran yang adaptif menjadi kunci menjaga momentum penjualan. Segmen residensial masih menjadi pendorong utama, didukung proyek di BSD City seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, Vireya, serta klaster baru Izzi.
Dari segmen komersial, penjualan ruko mendominasi dengan kontribusi Rp584,60 miliar. Kemudian kavling komersial Rp246,67 miliar dan apartemen Rp112,87 miliar.
Penjualan apartemen ditopang proyek The Elements, Southgate, dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City. (konrad)
