STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) manargetkan penjualan pemasaran (marketing sales) tahun 2024 sebesar Rp5,5 triliun. Target ini, 161,9% lebih tinggi dibanding proyeksi penjualan pemasaran Rp2,1 triliun tahun 2023.
Alexander Halim, Wakil Presiden Direktur PANI dalam keterangan, Rabu (13/12) mengatakan, siklus pesta demokrasi di Indonesia merupakan hal yang sudah berulang, bukan one-time event, sehingga dapat dilewati Perseroan dengan baik dan tepat. Begitu juga dengan disrupsi yang terjadi pasca pandemic Covid-19, serta perubahan perilaku generasi muda yaitu gen milenial dan gen Z, yang sedikit banyak akan mempengaruhi siklus properti di Indonesia tahun depan.
Namun, papar Alexander, pihaknya memiliki strategi matang dan tepat untuk terus mengembangkan bisnis properti ke depan. Strategi PANI ini tentu didukung oleh kebutuhan terhadap hunian dan tempat usaha yang masih sangat besar.
Alexander mengatakan, PANI adalah pengembang yang sudah berpengalaman lebih dari 50 tahun. “Oleh sebab itu, kami akan berupaya melakukan Inovasi dan meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar yang akan ditranslasikan menjadi target marketing sales PANI tahun depan,” ujarnya.
Hingga kuartal III/2023, PANI telah membukukan penjualan pemasaran sebesar Rp1,7 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan 82% dari target penjualan pemasaran tahun 2023 sebesar Rp2,1 triliun. Sebesar 36% penjualan pemasaran PANI dikontribusikan oleh penjualan residensial (rumah tapak), disusul produk komersial sebesar 42%, dan penjualan tanah komersial sebesar 22%.
Saat ini, papar Alexander, PANI melalui anak usahanya yang beroperasi di Proyek PIK2 provinsi Banten terus mempromosikan berbagai macam produk properti, antara lain Permata Hijau Residence, Rumah Millenial, Pasir Putih Residence, Permata Golf Residence, The Golf Signature, Ilona @Pasadena Hills, Pasadena Spring, Bukit Nirmala, dan Sapporo Residence. Produk residensial ini untuk segmen pasar menengah atas.
PANI sedang bersiap untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue, dengan menerbitkan sebanyak 2.097.150.000 saham biasa. Jumlah saham yang akan diterbitkan oleh emiten properti kongsi Grup Agung Sedayu dan Grup Salim tersebut mewakili 13,42% dari saham ditempatkan dan disetor penuh PANI setelah rights issue.
Harga rights issue PANI dipatok sebesar Rp5.000 per saham. Sehingga emiten properti itu berpeluang mendapat tambahan modal sebesar Rp10,485 triliun. Dana hasil rights issue, sebesar Rp9, 484 triliun untuk melakukan penyertaan atas saham pada sejumlah perusahaan terafiliasi, yakniPT Bumindo Mekar Wibawa, PT Cahaya Indah Sentosa, dan PT Jaya Indah Sentosa, PT Kemilau Karya Utama, PT Karunia Utama Selaras, PT Sumber Cipta Utama, PT Sharindo Matratama.
