spot_img

Alfamidi Siapkan Capex Rp1,5 Triliun untuk Buka 200 Gerai Baru di 2026, Ini Alasan Manajemen Tetap Optimistis

STOCKWATCH.ID (TANGERANG) – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi berencana menambah 200 gerai baru sepanjang 2026. Perseroan menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun untuk mendukung ekspansi tersebut.

Direktur MIDI, Suantopo Po menyampaikan rencana ini dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (4/6/2026). Ia menjelaskan dana tersebut dialokasikan khusus untuk mencapai target penambahan toko tahun ini.

“Dapat kami sampaikan perseroan menargetkan pembukaan gerai sebanyak 200 gerai tahun 2026. Adapun kebutuhan capex-nya adalah sekitar Rp1,5 triliun. Jadi untuk 200 gerai itu sekitar Rp1,5 triliun,” ujar Suantopo.

Terkait kondisi ekonomi, Suantopo menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saat ini nilai tukar sudah menyentuh angka Rp18.000 per USD. Hal ini berdampak pada kenaikan harga produk yang menggunakan bahan baku impor.

“Banyak produk yang menggunakan komponen impor pasti akan mengalami kenaikan harga. Seperti contohnya susu, kacang hijau, atau kedelai. Produk jadi yang menggunakan bahan baku tersebut pasti akan mengalami kenaikan harga,” jelas Suantopo.

Sebagai perusahaan ritel, Alfamidi akan menyesuaikan harga jual jika ada kenaikan harga dari pihak produsen atau prinsipal. Suantopo menyebut kenaikan harga bergantung pada kebijakan setiap pabrikan.

Meski ada tantangan makroekonomi, manajemen MIDI tetap optimis. Industri perdagangan eceran dinilai sebagai sektor yang kuat atau defensif dalam menghadapi krisis.

“Perseroan tetap optimis dengan pertumbuhan retail pada tahun 2026 ini karena memang perseroan bergerak di bidang perdagangan eceran yang memang industrinya defensif. Kita sudah buktikan perseroan juga berhasil melalui masa pandemi Covid 2020 dengan cukup baik,” kata Suantopo.

Alfamidi melihat hasil kinerja kuartal pertama tahun ini cukup memuaskan. Suantopo yakin dalam tujuh bulan ke depan, fundamental perusahaan tetap kuat. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan neto dan laba secara moderat dibandingkan tahun 2025.

Berdasarkan data kinerja tahun 2025, laba tahun berjalan Alfamidi melonjak 45,01% menjadi Rp792,36 miliar. Angka ini naik dari Rp546,41 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan neto juga tumbuh 3,79% menjadi Rp20,64 triliun.

Hingga akhir 2025, Alfamidi sudah mengoperasikan 2.587 gerai. Jaringan ini terdiri dari 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh. Gerai-gerai tersebut tersebar di wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Operasional perusahaan didukung oleh lebih dari 30.000 karyawan. Selain gerai fisik, MIDI memperkuat ekosistem digital melalui aplikasi Midi Kriing. Hingga akhir tahun lalu, jumlah member Alfamidi mencapai 7,02 juta orang. Para anggota ini menyumbang 49,8% terhadap total penjualan perusahaan.

Untuk menghadapi persaingan, Alfamidi terus melakukan analisis keinginan pelanggan. Perusahaan menyesuaikan stok produk dan menghadirkan promo yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di setiap wilayah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BOS BRI Hery Gunardi Ungkap Tantangan Baru Perbankan, AI Jadi Penentu Loyalitas Nasabah

STOCKWATCH.ID (YOGYAKARTA) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial...

BTN Gandeng Pinhome, Cari Rumah dan Ajukan KPR Kini Bisa dalam Satu Aplikasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Desa Ketapanrame Jadi Bukti Sukses Program Desa BRILiaN, Wisata dan UMKM Dorong Ekonomi Lokal

STOCKWATCH.ID (MOJOKERTO) – Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru