spot_img

S&P 500 Futures Tergelincir, Investor Pantau Konflik Timur Tengah dan Kinerja Emiten Cip

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pasar saham berjangka Amerika Serikat (AS) atau stock futures melemah pada Rabu (3/6/2026) malam waktu setempat atau Kamis (4/6/2026) WIB. Penurunan ini terjadi setelah indeks S&P 500 menghentikan rekor kenaikan sembilan hari berturut-turut. Ketakutan terhadap ketegangan geopolitik dunia masih membayangi para pemodal.

Mengutip CNBC International, kontrak berjangka yang terikat dengan indeks S&P 500 turun 0,5%. Indeks berjangka Nasdaq 100 juga merosot 0,6%. Di sisi lain, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average diperdagangkan bergerak naik sedikit.

Saham perusahaan pembuat cip Broadcom anjlok 5% pada perdagangan malam. Hal ini dipicu oleh pendapatan kuartal kedua yang tidak mencapai target. Saham perusahaan keamanan siber CrowdStrike ikut jatuh 9%. Manajemen memberikan panduan pendapatan kuartal kedua yang dinilai lesu.

Meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran menjadi beban berat bagi pergerakan saham. Kondisi ini membuat harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS merangkak naik. Hal tersebut memberikan tekanan bagi pasar modal.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, indeks S&P 500 melemah 0,74%. Nasdaq Composite juga turun 0,89%. Sementara itu, indeks Dow Jones anjlok 620,72 poin atau setara 1,21%.

Serangan militer antara AS dan Iran dilaporkan semakin hebat. Iran menyerang Bandara Internasional Kuwait pada Rabu pagi. Sehari sebelumnya, Komando Pusat AS melumpuhkan rudal balistik dan pesawat tanpa awak milik Iran.

Pasukan AS juga melancarkan serangan bela diri di Pulau Qeshm yang berada di Teluk Persia. Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas percobaan serangan dari pihak Teheran. Situasi ini membuat investor menjadi lebih berhati-hati.

Indeks S&P 500 sebenarnya mencatat kenaikan mingguan sembilan kali berturut-turut pada Jumat lalu. Keith Lerner, CIO dan Chief Market Strategist di Truist Wealth, menilai koreksi pasar merupakan hal lumrah. Aksi jual sering terjadi setelah pasar mengalami kenaikan yang sangat kuat.

“Saya pikir kita memang perlu istirahat. Kita sudah menempuh jalan yang panjang. Dasar-dasar ekonomi tetap kuat. Pasar yang sedang naik masih layak mendapatkan kepercayaan, namun seringkali pasar bergerak dua langkah ke depan dan satu langkah ke belakang. Kita sudah melangkah tiga langkah ke depan, jadi mungkin setidaknya ada langkah kecil ke belakang, atau setidaknya beberapa gerakan mendatar,” ujar Lerner.

Lerner berpendapat pasar modal saat ini hanya sedang beristirahat sejenak. Para pelaku pasar kini menanti laporan laba dari perusahaan Ciena dan Brown-Forman. Laporan tersebut dijadwalkan keluar sebelum bel pembukaan perdagangan Kamis pagi.

Investor juga akan memperhatikan rilis data ekonomi penting lainnya. Fokus utama tertuju pada data biaya tenaga kerja dan produktivitas kuartal pertama. Selain itu, angka klaim pengangguran mingguan untuk periode yang berakhir 30 Mei akan menjadi perhatian pasar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Konflik AS-Iran Memanas, Dow Jones Anjlok 600 Poin Akibat Tekanan Minyak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Tarif Baru AS Bayangi Bursa Eropa, Saham Induk Dulux Terpuruk 17%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Nikkei Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru