spot_img

Dipanggil MPR RI, Gema Goeyardi Buka-bukaan Nasib IHSG dan 10 Solusi Penyelamatannya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Nilai tukar Rupiah terhadap USD terus melemah hingga menyentuh level Rp18.000 pada Kamis (4/6/2026). Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Founder dan CEO Astronacci International, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi.

Gema menyampaikan pandangannya dalam Focus Group Discussion (FGD) MPR RI di Gedung Nusantara V, Senayan. Ia menilai pasar keuangan Indonesia sedang berada dalam fase tekanan. Situasi ini harus segera dimitigasi agar tidak berkembang menjadi krisis besar.

“Yang terjadi sekarang belum semengerikan 1998 dan 2008. Tetapi kalau tidak dimitigasi secara serius, tekanan ini bisa masuk ke arah financial market crisis seperti 2008,” ujar Gema dalam paparannya.

Menurut Gema, dampak krisis kali ini bisa lebih masif. Hal ini karena jumlah investor pasar modal sudah jauh lebih besar. Banyak investor menggunakan dana jangka pendek atau hot money yang memperbesar volatilitas pasar.

Proyeksi IHSG dan Rupiah

Berdasarkan model Astronacci, IHSG berisiko bergerak menuju level 5.398. Skenario terburuknya berada di area 5.030. Namun, Gema melihat fase ini sebagai bagian dari proses akumulasi besar.

“Rebound pertama berpotensi menuju 6.700, selanjutnya sampai akhir Desember menuju 8.900, dan target jangka panjang IHSG berada di 10.200,” jelasnya.

Terkait mata uang, target Rupiah di angka Rp17.200 per USD telah tercapai sejak Juni 2024. Kini, Gema memperkirakan Rupiah berpotensi melemah ke rentang Rp18.220 hingga Rp18.775 per USD. Risiko ini muncul jika tekanan pasar tidak dikelola dengan baik.

Gema mengingatkan pelemahan Rupiah jangan hanya dilihat dari keuntungan ekspor. Manfaat tersebut harus dibandingkan dengan risiko sistemik terhadap ekonomi nasional. Ia menyoroti penggunaan cadangan devisa dan potensi beban fiskal yang meningkat.

“Masalah terbesar bukan hanya tekanan pasar, tetapi kepercayaan. Ketika komunikasi kebijakan tidak terintegrasi, pasar bisa salah membaca arah pemerintah,” tegas Gema.

10 Strategi Pemulihan Pasar Modal

Untuk memperkuat ekonomi, Gema menyarankan pengelolaan devisa hasil ekspor dan efisiensi APBN yang transparan. Selain itu, ia memberikan 10 catatan strategis untuk mempercepat pemulihan pasar modal:

  1. Mempermudah buyback saham tanpa RUPS saat pasar tertekan.

  2. Mempercepat reformasi free float.

  3. Mengakselerasi penyelesaian transaksi menuju T+1.

  4. Memperkuat transparansi nominee untuk mencegah manipulasi pasar.

  5. Meninjau kembali batas auto rejection agar pasar lebih efisien.

  6. Menerapkan perlakuan adil untuk saham berstatus unusual market activity.

  7. Menghapus pajak dividen untuk mendorong investor jangka panjang.

  8. Memastikan realisasi limit data action di pasar.

  9. Meninjau PPh final untuk pasar berjangka dan aset kripto agar kompetitif.

  10. Mempermudah investor asing ritel membuka akun investasi di Indonesia.

Gema percaya langkah-langkah ini dapat meningkatkan likuiditas dan kepercayaan investor. Hal tersebut juga dinilai mampu mengurangi tekanan capital outflow dari Indonesia.

“Saya percaya, jika langkah-langkah ini bisa dijalankan dalam waktu sesingkat-singkatnya, pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk recovery lebih cepat,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rupiah Tembus Rp18.000, Pasar Saham RI Makin Tertekan? Ini Kata Samuel Sekuritas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat...

Investor Trimitra Trans (BLOG) Terima Dividen Rp21 per Saham, Cair 03 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG)  akan membagikan...

UNVR Bagi Dividen Final Rp114 per Saham pada 30 Juni 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) siap...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru