spot_img

Bidik Penjualan Rp2,7 Triliun pada 2026, Gunawan Dianjaya Siap Perkuat Ekspor

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) menargetkan penjualan sebesar Rp2,7 triliun pada tahun 2026, sekitar 17,39% di atas realisasi penjualan tahun 2025 yang  sebesar  Rp2,3 triliun.

Adapun laba setelah pajak Perseroan diproyeksikan  sebesar Rp136 miliar pada tahun 2026. Sementara realisasi penjualan  dan laba GDST  sampai dengan Maret 2026, masing-masing sebesar Rp469 miliar dan Rp13,30 miliar.

“Nilai penjualan tersebut setara 17% dari target penjualan Perseroan tahun ini,” tulis Manajemen GDST dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Kamis 4 Juni 2026.

Manajemen Perseroan  tampak optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan di sisa periode tahun 2026 ini.

Manajemen GDST akan terus mencoba peluang pasar ekspor dan mempertahankan serta meningkatkan pasar ekspor existing ke Singapura dan Malaysia. Perseroan juga tetap aktif memelihara dan menjaga hubungan baik dengan customer loyal.

Selain itu, Perseroan juga terus berupaya mencari Supplier bahan baku Slab dengan harga yang kompetitif dan bisa memberi syarat pembayaran yang fleksibel mengingat biaya bahan baku adalah porsi terbesar dari harga pokok produk. Bahkan semaksimal mungkin mengambil supplier dalam negeri.

Perseroan juga fokus dalam melanjutkan proses produksi percobaan Plate Mill 2 sejak November 2025 dan hasilnya ternyata bisa diterima pasar domestik dan ekspor. Ditargetkan untuk dapat berproduksi komersial di tahun 2026 juga dan masuk ke pasar dengan variasi ukuran produk plat yang lebih banyak.

Perlu diketahui, Project Plate Mill 2 saat ini sedang dalam tahap percobaan produksi bergantian dengan Plate Mill 1.  Proyek Plate Mill 2 ini diharapkan paling lambat akhir 2026 sudah bisa memasuki tahap produksi komersial.

Hingga kuartal I 2026, GDST membukukan penjualan Rp469,43 miliar, turun 26,62% dari Rp639,74 miliar pada kuartal I 2025. Penyumbang terbesar penjualan Perseroan dari pasar lokal yang mencapai Rp455,05 miliar atau sekitar 96,93% dari total penjualan. Sedangkan pasar ekspor menyumbang Rp14,37 miliar.

Dari penjualan di atas, GDST meraih laba bersih Rp13,30 miliar pada kuartal  I 2026. Nilai laba ini, turun 65,92% dibanding Rp39,03 miliar pada kuartal 2025.

Dari sisi neraca keuangan, GDST memiliki aset Rp3,413 triliun per Maret 2026, turun dari Rp3,495 triliun per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas GDST per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp1,989 triliun dan Rp1,423 triliun.

Seperti diketahui, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) didirikan pada 8 April 1989 di Surabaya. Kegiatan usaha utama perusahaan adalah industri penggilingan pelat baja canai panas, di lahan pabrik seluas 20 hektare yang berlokasi di Surabaya.

Perusahaan ini memproduksi pelat baja untuk penggunaan umum, pelat baja untuk boiler dan bejana tekan, juga pelat baja untuk pembuatan kapal. Produk Perseroan telah didistribusikan ke pasar domestik dan ekspor. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Cicil Rumah Pakai Sampah? BTN Gandeng Bank Sampah Kudus Perkuat Program ESG

STOCKWATCH.ID (KUDUS) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

BRImo Raih Penghargaan DIA 2026, Pengguna Tembus 48,43 Juta dengan Transaksi Rp2.749 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru