STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa (2/6/2026) waktu setempat atau Rabu (3/6/2026) WIB. Para investor saat ini tengah mencermati perkembangan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel. Selain itu, pasar menanti rincian lebih lanjut mengenai status pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, harga emas berjangka AS ditutup menguat 0,3% ke level USD 4.519,90 per ons troi. Di pasar spot, harga emas juga terpantau naik tipis 0,09% di posisi USD 4.519,70. Pergerakan ini terjadi saat para pelaku pasar memantau pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai negosiasi yang masih berlangsung dengan Iran.
Fawad Razaqzada, Analis Pasar di Forex.com, memberikan pandangannya terhadap arah pergerakan logam mulia ini. Ia menyebut dinamika pasar sangat bergantung pada kondisi geopolitik terkini.
“Lintasan pasar emas bergantung pada arah harga minyak, imbal hasil obligasi, dan dolar AS – semua itu, pada gilirannya, terikat pada situasi Timur Tengah,” ujar Fawad Razaqzada.
Razaqzada menilai pasar saat ini masih mencari arah yang lebih jelas. Belum ada momentum besar yang mendorong investor untuk kembali agresif melakukan pembelian.
“Untuk membuat saya kembali optimis pada emas, kita perlu melihat setidaknya beberapa momentum kenaikan baru yang menunjukkan pembeli datang kembali. Namun saat ini, pasar tampaknya tidak menentu, dengan para peserta sebagian besar menunggu isyarat, terutama dari Timur Tengah,” tambahnya.
Dari sisi geopolitik, Iran dilaporkan sedang meninjau proposal perjanjian dengan AS untuk menghentikan perang antara kedua negara. Laporan Mehr News menyebut langkah ini diambil setelah Trump menyatakan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan terus berlanjut.
Emas sempat mengalami tekanan sejak awal konflik akibat lonjakan harga energi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang tinggi. Sebagai aset tanpa imbal hasil, daya tarik emas cenderung menurun saat suku bunga berada di level tinggi.
Investor kini mengalihkan fokus pada rilis data ekonomi penting AS pekan ini. Data tersebut meliputi laporan ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan laporan ketenagakerjaan resmi pada Jumat. Pasar akan memindai data ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed.
Meskipun harga saat ini stabil, lembaga keuangan Commerzbank memberikan proyeksi terbaru. Mereka memperkirakan harga emas akan mencapai USD 4.800 per ons troi pada akhir tahun ini. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang berada di level USD 5.000.
Commerzbank tetap optimis terhadap prospek jangka panjang logam mulia ini. Mereka mempertahankan perkiraan harga sebesar USD 5.200 per ons troi untuk akhir tahun 2027. Faktor struktural yang mendukung kenaikan harga emas dinilai masih tetap utuh.
Berbeda dengan emas, pergerakan logam mulia lainnya justru menunjukkan pelemahan. Harga perak spot turun 0,15% ke posisi USD 30,50 per ons troi. Commerzbank mencatat pelemahan ini dipengaruhi oleh penurunan permintaan industri untuk perak.
“Selain penurunan perkiraan harga emas, permintaan industri yang lebih lemah untuk perak juga menunjukkan harga perak yang sedikit lebih rendah,” jelas pihak Commerzbank.
Penurunan juga terjadi pada logam lainnya. Harga platinum spot merosot 0,42% ke level USD 987,15 per ons troi. Sementara itu, paladium juga terpantau bergerak di zona merah mengikuti tren penurunan logam industri lainnya.

