Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 5% Pekan Lalu, Perang Rusia-Ukraina Jadi Penyebab Utama!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia meningkat drastis pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2024) waktu setempat atau Sabtu pagi (23/5/2024) WIB. Harga komoditas ini mengalami lonjakan lebih dari 5% pekan lalu. Konflik di Ukraina dan meningkatnya permintaan dari China menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak dunia.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2024 naik 1,14 US$ atau 1,63%, menjadi 71,24 US$ per barel, di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari  2024 menguat 94 sen atau 1,27%, dan ditutup di 75,17 US$ per barel, di London ICE Futures Exchange.

Secara mingguan, WTI melonjak 6,3% dan minyak Brent mencatatkan kenaikan hampir 6%. Lonjakan ini tidak lepas dari serangan Rusia yang semakin intens terhadap Ukraina. Inggris dan Amerika Serikat bahkan memberi izin Kyiv untuk menggunakan senjata mereka melawan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi penembakan rudal balistik ke Ukraina. Ia juga memperingatkan kemungkinan konflik global yang semakin meluas. Kekhawatiran pasar meningkat terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Rusia, salah satu produsen terbesar dunia.

Di sisi lain, Ukraina memperluas serangannya ke infrastruktur minyak Rusia. Serangan drone dilaporkan menghantam kilang minyak di Rusia beberapa waktu lalu. “Pasar khawatir kerusakan di sektor minyak dan gas dapat memperburuk konflik serta mengganggu pasokan jangka panjang,” kata John Evans, analis PVM.

China juga menjadi sorotan karena kebijakan baru yang mendorong impor energi. Sebagai pengimpor minyak terbesar dunia, langkah China ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan pada November.

Permintaan minyak dari Irak dan Arab Saudi meningkat setelah penurunan harga yang cukup tajam. Hal ini membantu menutupi dampak berkurangnya pasokan minyak Iran.

Namun, pasar minyak sempat terganggu oleh laporan ekonomi zona euro. Aktivitas bisnis di kawasan itu mencatat penurunan tajam, dengan sektor jasa dan manufaktur mengalami kontraksi.

Goldman Sachs memperkirakan harga Brent berada di kisaran 70-85 US$ per barel. Namun, mereka juga memperingatkan harga bisa mencapai batas atas jika ada gangguan pasokan minyak Iran akibat sanksi tambahan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Melonjak 2,2%, Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia melonjak lebih...

Isu Serangan Militer ke Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Justru Anjlok 3%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia ditutup merosot...

The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Dunia Langsung Melorot

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada akhir...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru