Laba Melejit 84,5%, Panin Financial Kantongi Rp814 Miliar di Awal 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Panin Financial Tbk (PNLF) mencatat kinerja gemilang pada awal tahun 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp814,02 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini melonjak 84,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp441,19 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, laba per saham dasar ikut meningkat menjadi Rp25,42, dari Rp13,77 pada kuartal I 2025.

Pendapatan bersih konsolidasian PNLF mencapai Rp3,38 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Perolehan ini tumbuh 16% dibandingkan Rp2,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bunga bersih menjadi kontributor utama sebesar Rp2,33 triliun. Selain itu, hasil investasi bersih menyumbang Rp477,37 miliar, serta keuntungan dari penjualan efek bersih sebesar Rp117,45 miliar.

Kenaikan laba ditopang oleh efisiensi pada beban bunga. Beban bunga turun menjadi Rp1,51 triliun dari Rp1,76 triliun pada kuartal I 2025.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi meningkat tipis menjadi Rp1,59 triliun. Perseroan juga menambah cadangan kerugian penurunan nilai (provisi) bersih menjadi Rp350,49 miliar dari Rp255,90 miliar.

Hingga 31 Maret 2026, total aset Panin Financial tercatat Rp239,28 triliun, turun sekitar 4,9% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp251,70 triliun.

Penurunan aset dipengaruhi oleh berkurangnya penyaluran kredit bersih dari Rp130,10 triliun menjadi Rp125,17 triliun. Total investasi juga menurun menjadi Rp58,55 triliun dari Rp66,69 triliun.

Dari sisi pendanaan, total liabilitas mencapai Rp155,85 triliun. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp68,54 triliun per akhir Maret 2026.

Sebagai pengendali PT Bank Pan Indonesia Tbk, perseroan menjaga rasio keuangan tetap sehat. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto secara konsolidasi berada di level 3,00%, dengan NPL neto sebesar 1,11%.

Ketahanan modal juga terjaga, tercermin dari Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau CAR sebesar 37,07%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Transaksi Luar Negeri Melonjak 137%, Bank Mandiri Ekspansi QR ke Tiongkok

STOCKWATCH (JAKARTA) – Bank Mandiri memperluas jangkauan layanan QR...

Laba BCIP Tumbuh Agresif 207% di Q1 2026, Sektor Properti Industri jadi Motor Utama

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP)...

Rugi OLIV Kian Dalam, Membengkak 48% Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru