back to top
Senin, Januari 26, 2026
28.4 C
Jakarta

Kinerja 2024 Solid, Cisadane Sawit Raya Catat Pendapatan Tertinggi, Laba Bersih Meroket

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mengumumkan kinerja keuangan solid pada tahun 2024. Perseroan mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada 2024. Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan terus tumbuh dan berinovasi di industri kelapa sawit yang dinamis.

Seman Sendjaja, Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis CSRA dalam siaran pers di Jakarta, Senin (24/3/2025) mengemukakan, Perseroan terus fokus pada produksi dan pengembangan fasilitas pabrik kelapa sawit baru untuk meningkatkan produksi yang bernilai tambah.

Menurut Seman, Pabrik Kelapa Sawit (PMKS) ke 3 CSRA di kabupaten Banyuasin direncanakan mulai beroperasi pada awal semester kedua 2025. Beroperasinya PMKS ini akan memberikan kontribusi pada nilai tambah penjualan CSRA.

Pada 2024, jelas Seman, Perseroan meraih pendapatan sebesar Rp1,07 triliun, meningkat 21,8% dibandingkan dengan FY23 sebesar Rp875,51 miliar terutama disebabkan karena meningkatnya kuantitas penjualan CPO yang memiliki nilai tambah serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan.

Menurut Seman, laba kotor CSRA mencapai Rp483,86 miliar, naik 21,1% dibandingkan Rp399,58 miliar pada tahun lalu akibat dari kemampuan manajemen menjaga beban pokok pendapatan.

Adapun laba bersih diperoleh sebesar Rp213,36 miliar atau meroket 46,0% dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp152,06 miliar mengakibatkan peningkatan marjin bersih menjadi 20,1% dibandingkan 16,7% pada tahun lalu. Kenaikan ini  disebabkan oleh kontrol biaya yang ketat.

Semen mengemukakan, posisi aset CSRA berada di Rp2,25 triliun, 22,2% lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2023 di Rp1,84 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan di FY24 sebesar Rp952,72 miliar, naik dibandingkan dengan Rp727,69 miliar pada akhir tahun 2023 dan ekuitas sebesar Rp1,29 triliun dibandingkan Rp1,12 triliun pada akhir2023.

Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada 12M24 berada pada level 0,73x, sedikit lebih tinggi dibandingkan level tahun 2023 sebesar 0,65x. Hal ini terjadi karena strategi alokasi modal yang baik dengan neraca yang sehat dalam berbagai investasi sarana dan prasarana produksi.

Tahun ini, jelas Seman, Perusahaan telah mengalokasikan anggaran untuk belanja modal (Capex) sebesar Rp100 miliar, dimana 50% digunakan untuk menuntaskan pembangunan pabrik kelapa sawit ketiga di kabupaten Banyuasin yang rencananya mulai beroperasi pada bulan Juli 2025, dan 50%  untuk pembayaran ganti rugi tanam tumbuh (GRTT) dan penanaman areal baru di wilayah operasional region Sumatera Selatan.

“Perusahaan telah menerapkan strategi untuk meninjau peluang dalam mengakuisisi lahan baru, dengan prioritas dekat dengan area perkebunan yang sudah ada agar mudah mengintegrasikan operasional CSRA,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Perusahaan terus meningkatkan inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan fokus pada insitatif Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, dan Kearifan Lokal (HEEL). Di antara inisiatif yang ada, Perusahaan sudah mendapatkan sertifikasi ISPO untuk kebun PT SSG dan PT ABI di region Sumatera Selatan pada tanggal 19 Maret 2025.

Menurut Seman,  tren pertumbuhan Perusahaan masih kuat, dengan fokus pada memulihkan margin bruto Perusahaan. Adapun, untuk mendukung pencapaian tujuan pendapatan jangka panjang, Perusahaan akan meningkatkan investasi di pabrik dan mekanisasi.

Selain itu, papar Seman, CSRA juga memprioritaskan penciptaan arus kas yang kuat seiring dengan langkah-langkah pengembangan strategis yang sedang dijalankan oleh Perusahaan. Pengembangan ini, lanjutnya, mencakup ekspansi operasional, peningkatan kapasitas produksi, serta adopsi teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing Perusahaan.

“Dengan tata kelola yang tepat, saya yakin CSRA dapat memperkuat kinerjanya dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan”, ujarnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BTN Bidik Laba Naik 22% di 2026, Siapkan Empat Aksi Korporasi Besar untuk Kejar Target

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Ultrajaya (ULTJ) Investasi Rp1,14 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading...

Laba Bersih Pollux Properties (POLL) Melonjak 34,45% Menjadi Rp18,71 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru