STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison kembali memanjakan pemegang sahamnya. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Indosat yang digelar di Jakarta, Rabu, 28 Mei 2025, memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2024.
Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp2,702 triliun. Jumlah tersebut setara dengan Rp83,3 per saham. Dividen payout ratio Indosat tercatat mencapai 54,98% dari total laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp4,91 triliun.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan keputusan pembagian dividen ini mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan dan kepercayaan pemegang saham terhadap strategi jangka panjang yang tengah dijalankan.
“Seiring dengan pertumbuhan kami menjadi AI-TechCo, pembagian dividen ini menjadi bukti nyata neraca keuangan yang sehat serta komitmen memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham. Hal ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham atas arah dan kemampuan tim mengeksekusi strategi yang fokus pada konsumen untuk menciptakan dampak terukur terhadap misi memberdayakan Indonesia,” ujar Vikram, usai RUPST di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Indosat telah menetapkan kebijakan pembagian dividen jangka panjang, dengan target distribusi hingga 70% dari laba bersih pada tahun 2026. Strategi ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham, tanpa meninggalkan fokus pada transformasi digital perusahaan.
Sebagai bagian dari langkah besar menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan, Indosat menyesuaikan izin usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020.
Perubahan ini mendukung ekspansi bisnis, termasuk dalam pengembangan solusi berbasis AI, layanan TIK terintegrasi, serta desain dan konsultasi berbasis Internet of Things (IoT). Indosat juga mulai menyasar pengembangan layanan berbasis data di sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan digital.
Tak hanya itu, Indosat juga mencatat pencapaian penting sebagai operator pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan teknologi AI-RAN secara komersial. Teknologi ini berhasil diterapkan melalui kerja sama dengan Nokia dan NVIDIA saat ajang Mobile World Congress 2025 di Barcelona.
AI-RAN mendukung efisiensi jaringan 5G Cloud RAN dan secara signifikan mampu mengurangi konsumsi energi. Teknologi ini menjadi salah satu kunci dalam transformasi Indosat menuju AI TechCo.
Indosat juga mulai mengeksplorasi pemanfaatan teknologi AI di berbagai sektor industri. Salah satunya dilakukan dengan menggelar Indonesia AI Day for Mining Industry, yang memperkenalkan potensi penerapan AI di sektor pertambangan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Selain membahas pembagian dividen dan transformasi teknologi, RUPST juga memutuskan perubahan struktur manajemen. Vikram Sinha tetap menjabat sebagai Direktur Utama.
Adapun susunan pengurus Indosat usai RUPST adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi Perseroan
- Bapak Vikram Sinha sebagai Direktur Utama;
- Bapak Lee Chi Hung sebagai Direktur;
- Bapak Muhammad Buldansyah sebagai Direktur;
- Bapak Irsyad Sahroni sebagai Direktur;
- Bapak Ahmad Zulfikar sebagai Direktur;
- Bapak Cheung Kwok Tung sebagai Direktur; dan
- Bapak Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur.
Dewan Komisaris Perseroan
- Bapak Nezar Patria sebagai Komisaris Utama;
- Bapak Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo sebagai Wakil Komisaris Utama;
- Bapak Fok Kin Ning, Canning sebagai Wakil Komisaris Utama;
- Bapak Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai Komisaris;
- Bapak Rene Heinz Werner sebagai Komisaris;
- Bapak Woo Chiu Man, Cliff sebagai Komisaris;
- Bapak Cheung Kwan Hoi sebagai Komisaris;
- Bapak Efthymios Tsokanis sebagai Komisaris;
- Bapak Sugito Walujo sebagai Komisaris;
- Bapak Achmad Syah Reza sebagai Komisaris;
- Bapak Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen;
- Bapak Wijayanto sebagai Komisaris Independen;
- Bapak Hernando sebagai Komisaris Independen;
- Bapak Rudiantara sebagai Komisaris Independen; dan
-
Bapak Ajay Bahri sebagai Komisaris Independen
