spot_img

Ancam ‘Ledakkan’ Oman, Trump Beri Peringatan Keras Soal Jalur Minyak Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Pemerintahan Presiden Donald Trump melontarkan ancaman sanksi hingga tindakan militer terhadap Oman. Langkah tersebut mengejutkan karena Oman selama ini dikenal sebagai sekutu lama sekaligus mitra keamanan dan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Pernyataan keras itu muncul setelah beredar laporan mengenai rencana pemberlakuan sistem tol di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat memperingatkan bahwa Washington akan menjatuhkan sanksi secara agresif apabila Oman membantu Iran mengelola sistem pungutan di selat tersebut.

“Oman, khususnya, harus tahu Departemen Keuangan AS akan secara agresif menargetkan aktor mana pun yang terlibat, langsung atau tidak langsung, dalam memfasilitasi pungutan tol untuk selat tersebut dan mitra mana pun yang bersedia akan dikenakan sanksi,” tulis Bessent melalui unggahan di media sosial X.

Ia juga meminta negara-negara lain menolak segala upaya Iran yang berpotensi mengganggu kelancaran perdagangan internasional melalui jalur tersebut.

Peringatan itu muncul kurang dari 24 jam setelah Trump menyinggung kemungkinan tindakan militer dalam rapat kabinet pada Rabu.

Saat ditanya wartawan mengenai peran Oman dan Iran dalam pengawasan perdagangan di Selat Hormuz, Trump memberikan respons yang tajam dan mengisyaratkan kesediaannya mengambil langkah ekstrem.

“Oman akan bersikap seperti yang lainnya, atau kami harus meledakkan mereka. Mereka memahami hal itu. Mereka akan baik-baik saja,” ujar Trump.

Oman selama ini dikenal sebagai “Swiss di Timur Tengah” karena perannya sebagai mediator berbagai konflik regional. Negara tersebut kerap menjadi perantara dalam hubungan yang tegang antara AS, Israel, dan Iran.

Ancaman Trump memicu kritik dari sejumlah pengamat. Peneliti senior Middle East Institute, Brian Katulis, menilai Oman memiliki kebijakan jangka panjang untuk menjaga stabilitas dan kelancaran arus minyak global.

“Ini merupakan tanda frustrasi dan keputusasaan Trump atas ketidakmampuannya membuahkan hasil yang diharapkan di Iran,” kata Katulis.

Sementara itu, Direktur Riset Bourse & Bazaar Foundation, Mehran Haghirian, menyebut ini sebagai pertama kalinya AS mengancam akan menyerang negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Menurutnya, kemarahan Trump kemungkinan dipicu oleh peran mediasi yang sebelumnya dijalankan Menteri Luar Negeri Oman.

Kritik juga datang dari dalam negeri AS. Senator Partai Demokrat, Chris Murphy, menilai ancaman terhadap Oman menunjukkan strategi Washington yang semakin sulit dikendalikan.

“Ancaman untuk ‘meledakkan’ Oman, sekutu AS dan perantara utama dalam pembicaraan dengan Iran, adalah satu lagi tanda mengapa perang ini telah melenceng dari jalurnya,” ujar Murphy.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Oman belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, laporan terbaru menyebutkan AS dan Iran sebenarnya telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata serta mengangkat pembatasan pelayaran. Namun, kesepakatan tersebut dilaporkan masih menunggu persetujuan final dari Trump.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sinyal Damai AS-Iran Menggantung, Trump Akhiri Rapat Tanpa Keputusan Final

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Donald Trump menyelesaikan pertemuan di...

Rencana Gencatan Senjata 60 Hari Terganjal, Iran Kembali Luncurkan Rudal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Stock Futures AS Bergerak Tipis, Investor Pantau Isu Timur Tengah & Lonjakan Saham Dell

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks saham berjangka (futures) Amerika...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru