STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Sumber Mineral Global Tbk (SMGE) membukukan laba bersih sebesar Rp22,1 miliar (Rp2,52 per saham) pada kuartal I 2026, tumbuh 60,1% jika dibandingkan Rp13,84 miliar (Rp1,79 per saham) pada kuartal I 2025.
Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA Perseroan mencapai Rp33 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 57,2%.
Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Jumat 29 Mei 2026, pertumbuhan laba ini didukung pendapatan SMGE yang melonjak 76,1% jadi Rp711,9 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp404,2 miliar pada kuartal I 2025.
Mayoritas pendapatan SMGE pada Januari-Maret 2026 didominasi penjualan batubara yakni sebesar Rp537,015 miliar, melejit 737% dari Rp64,18 miliar pada periode sama tahun 2025. Nilai penjualan batubara tersebut sekitar 75,43% dari total pendapatan Perseroan. Sedangkan penjualan produk nikel dan batu kapur, menyumbang masing-masing sebesar Rp147,10 miliar dan Rp25,61 miliar.
Seiring pendapatan, beban pokok penjualan SMGE juga naik lebih tinggi dari pendapatan yakni 77,92% menjadi Rp671,37 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp377,35 miliar pada kuartal I 2025. Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 50,8% jadi Rp40,5 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp26,85 miliar pada kuartal I 2025.
Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain, emiten di bidang pertambangan dan perdagangan nikel dan batubara tersebut membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp28,99 miliar pada kuartal I 2026. Jumlah tersebut melonjak 52,23% jika dibandingkan Rp19,05 miliar pada kuartal I 2025.
Total aset SMGE per Maret 2026 sebesar Rp1,22 triliun , naik 30,6% dari Rp834,95 miliar per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas SMGE per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp808,92 miliar dan Rp412,23Â miliar. Adapun posisi kas Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp21 miliar, atau naik 20%.
PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) didirikan pada tahun 2016 di Jakarta Selatan. Melalui anak perusahaannya, perseroan bergerak di bidang industri pertambangan dan perdagangan nikel dan batubara berkualitas tinggi, dengan menyasar segmen pasar tertentu di pasar Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga terlibat secara tidak langsung dalam penambangan batu gamping di Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini merupakan anggota dari Sumber Global Energy Group. (konrad)

