back to top

Wall Street Tumbang, Data Tenaga Kerja AS Bikin Investor Panik

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan hari Jumat (5/9/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (6/9/2025) WIB). Data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan membuat investor khawatir ekonomi mulai melambat, meski peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve semakin besar.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York turun 220,43 poin atau 0,48% ke level 45.400,86. Indeks S&P 500 (SPX) menyusut 20,58 poin atau 0,32% ke posisi 6.481,5. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, terkoreksi tipis 7,306 poin atau 0,03% menjadi 21.700,388.

Sebelumnya, ketiga indeks sempat mencetak rekor intraday. S&P 500 sempat naik 0,5%, Nasdaq melonjak 0,8%, dan Dow bertambah 0,3% sebelum akhirnya berbalik arah.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan hanya 22.000 pekerjaan pada Agustus. Angka ini jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan 75.000. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,3%, sesuai perkiraan pasar.

Data ini memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed bulan ini. Pasar menilai ada peluang pemangkasan 25 basis poin, bahkan sebagian membuka kemungkinan penurunan 50 basis poin.

“Pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lambat, kenaikan tingkat pengangguran, serta melambatnya kenaikan upah menunjukkan pasar tenaga kerja kehilangan momentum,” ujar Jamie Cox, Managing Partner di Harris Financial Group. “Data ketenagakerjaan ini memberi alasan kuat bagi The Fed untuk mengubah sikap dan memangkas suku bunga dalam dua minggu ke depan,” katanya.

Meski Jumat ditutup melemah, S&P 500 dan Nasdaq masih mencatat kenaikan mingguan masing-masing 0,33% dan 1,14%. Dow justru melemah 0,32% sepanjang pekan.

Sektor perbankan ikut tertekan. Saham JPMorgan dan Wells Fargo turun karena investor khawatir perlambatan ekonomi akan menekan pertumbuhan kredit. Saham Boeing dan GE Aerospace juga terkoreksi karena kekhawatiran berkurangnya pesanan baru.

Di sisi lain, Broadcom justru bersinar. Saham perusahaan chip ini melesat 9,4% setelah laporan kuartalan melampaui ekspektasi Wall Street. Sebaliknya, Nvidia turun 2,7% dan Palantir melemah 2%, menandakan persaingan di sektor kecerdasan buatan semakin ketat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Nvidia Anjlok Lebih Dari 5% 

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Mayoritas Bursa Eropa Menguat, Saham Puma dan Engie Melonjak

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...

Efek ‘Takaichi Trade’ Bursa Saham Asia Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru