back to top
Selasa, Januari 27, 2026
27.2 C
Jakarta

Wall Street Menanjak, Indeks Dow Jones Terkerek Lebih dari 300 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin sore (26/1/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (27/1/2026) WIB. Para pelaku pasar memantau perkembangan politik dan bersiap menyambut pekan sibuk laporan keuangan. Investor juga menanti keputusan suku bunga terbaru dari Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 313,69 poin atau 0,64% ke level 49.412,40. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 0,50% dan berakhir di posisi 6.950,23. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 0,43% menjadi 23.601,36.

Kenaikan indeks Nasdaq didorong oleh performa positif saham teknologi raksasa. Saham Apple naik sekitar 3%, disusul Meta Platforms 2%, dan Microsoft 1%. Penguatan ini terjadi menjelang rilis laporan keuangan mereka akhir pekan ini.

Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden Donald Trump. Akhir pekan lalu, Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% pada barang-barang dari Kanada. Langkah ini akan diambil jika Kanada menjalin kesepakatan dagang dengan Tiongkok.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, segera menanggapi ancaman tersebut. Ia menegaskan Ottawa tidak memiliki niat untuk mengejar kesepakatan perdagangan bebas dengan Beijing.

Adam Crisafulli dari Vital Knowledge memberikan analisanya terkait ketegangan ini. Ia menilai situasi pasar saat ini masih sangat cair.

“Situasinya tetap sangat fluktuatif. No satu tampaknya sangat khawatir tentang ancaman tarif 100% Kanada dari Trump akan menjadi kenyataan (terutama karena pejabat Kanada, termasuk Carney, bersikeras negara itu tidak merundingkan kesepakatan perdagangan bebas dengan Tiongkok), tetapi penggunaan pajak impor terus-menerus sebagai tongkat pemukul untuk menekan sekutu masih perlahan-lahan mengikis sentimen,” ujar Crisafulli.

Di sisi lain, investor mengamati situasi politik di Washington. Muncul kekhawatiran terkait potensi penutupan pemerintahan (shutdown) AS. Hal ini dipicu oleh penembakan warga sipil di Minnesota oleh agen imigrasi federal.

Beberapa senator Demokrat menolak menyetujui paket pendanaan USD 1,2 triliun. Mereka keberatan jika dana tersebut menyertakan alokasi untuk Keamanan Dalam Negeri. Namun, pimpinan Partai Republik di Senat menyatakan anggaran tersebut tidak akan dihapus.

Kondisi ini memicu kenaikan harga emas sebagai aset aman. Harga emas mencapai rekor tertinggi baru dan sempat melampaui USD 5.100 per ons.

Tom Hainlin, National Investment Strategist di U.S. Bank Asset Management Group, memberikan pandangannya. Ia melihat kondisi fundamental ekonomi masih terjaga.

“Terlepas dari banyak ketidakpastian geopolitik dan ketidakpastian kebijakan, konsumen tetap terlihat dalam kondisi baik-baik saja dan terus membelanjakan uang, dan bisnis terlihat berkinerja baik dari segi profitabilitas dan masih menginvestasikan keuntungan tersebut pada AI dan alat produktivitas lainnya,” kata Hainlin.

Pekan ini menjadi periode krusial bagi musim laporan keuangan. Lebih dari 90 perusahaan S&P 500 dijadwalkan merilis kinerjanya. Meta, Tesla, dan Microsoft akan melapor pada Rabu, sedangkan Apple pada Kamis.

Hingga kini, musim laporan keuangan tergolong kuat. Data FactSet menunjukkan 76% perusahaan telah melaporkan hasil yang melampaui ekspektasi. Hainlin berharap tren positif ini terus berlanjut.

“Kami akan mulai memperluas distribusi informasi di luar sektor keuangan dan di luar maskapai penerbangan ke pembacaan ekonomi yang lebih luas, dan ekspektasi kami adalah kami pikir ini masih akan menjadi musim pendapatan yang layak,” tambah Hainlin.

Selain itu, The Fed dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneter pada Rabu. Bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga. Pelaku pasar mencari petunjuk mengenai waktu penurunan suku bunga di masa depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Ancam Naikkan Tarif Impor, Saham Otomotif Korea Selatan Langsung  Berguguran

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Saham perusahaan otomotif Korea Selatan rontok...

Menanti Laporan Keuangan Emiten Besar, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Wall Street Bervariasi, Indeks Nasdaq Menghijau Saat Dow Jones Terperosok

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru