STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp945,58 miliar (Rp42 per saham ) pada kuartal I 2026, tumbuh 37,15% jika dibandingkan Rp689,43 miliar (Rp31 per saham) pada kuartal I 2025.
Pertumbuhan laba tersebut, menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang diumumkan Selasa (28/4/2026) didukung oleh penurunan beban pokok penjualan MYOR 10,36% jadi Rp6,89 triliun, dari Rp7,69 triliun di kuartal I 2025.
Selain itu, kenaikan laba Perseroan juga ditopang oleh turunnya beban usaha sebesar 6,82% jadi Rp1,31 triliun pada kuartal I 2026, dari periode sama 2025.
MYOR membukukan laba usaha sebesar Rp1,17 triliun pada kuartal I 2026. Jumlah tersebut meningkat 39,09% dibanding Rp846,19 miliar pada kuartal I 2025.
Kendati laba tumbuh, penjualan bersih MYOR turun 4,74% jadi Rp9,49 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp9,85 triliun pada periode sama 2025. Penurunan penjualan terbesar dari pasar lokal yakni 8,21% jadi Rp5,68 triliun, dari Rp6,19 triliun.
Total aset MYOR per Maret 2026 sebesar Rp28,64 miliar, turun 8,73% dari Rp31,37 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas MYOR per Maret 2026, masing-masing Rp9,45 triliun dan Rp19,18 triliun. (konrad)
