back to top

Transformasi Genap 76 Tahun: Laba BTN Tembus Rp3,5 Triliun, Makin Digital dan Kokoh Menjadi Pilar Perumahan Rakyat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Memasuki usia 76 tahun pada 9 Februari 2026, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membuktikan komitmen nyata melayani negeri. Bank ini terus bertransformasi menjadi lebih modern. Hasilnya sangat manis. Sepanjang tahun 2025, BTN sukses meraup laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun. Angka ini melonjak 16,4% secara tahunan (yoy).

Kinerja gemilang ini tidak lepas dari kemampuan BTN menjaga pertumbuhan stabil. Total aset konsolidasian menyentuh Rp527,8 triliun. Nilai ini tumbuh 12,4% yoy. Pencapaian ini membuktikan kiprah sukses BTN. Bank ini telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah. Penyaluran ini mencakup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Pangsa pasar KPR BTN kini mencapai 39% secara nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyambut baik capaian ini. Ia menilai efisiensi proses bisnis membawa dampak positif.

“Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin,” ujar Nixon di Jakarta.

Keuntungan BTN ditopang oleh pendapatan bunga. Angkanya naik 23,0% yoy menjadi Rp36,3 triliun. Di sisi lain, peningkatan beban bunga sangat minim di angka 0,4% yoy. Margin bunga bersih (NIM) juga naik menjadi 4,2%.

Penyaluran kredit tumbuh dua digit sebesar 11,9% yoy. Totalnya mencapai Rp400,6 triliun. Mayoritas mengalir ke sektor perumahan sebesar Rp328,4 triliun. KPR Subsidi tumbuh 10% yoy menjadi Rp191,2 triliun. KPR Non-Subsidi meningkat 6,7% yoy menjadi Rp113,0 triliun.

Kredit Program Perumahan (KPP) dari pemerintah juga menjadi mesin baru. BTN menjadi bank penyalur KPP terbesar dengan total Rp2,6 triliun.

Pertumbuhan ini diiringi kualitas kredit yang membaik. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun ke level 3,1%. BTN juga memperkuat pencadangan hingga 123,9%. Rasio kecukupan modal (CAR) naik menjadi 20,9%. Tahun lalu, BTN juga sukses mendirikan Bank Syariah Nasional (BSN). BSN kini beraset Rp73 triliun dan menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Akselerasi Digital Lewat Bale by BTN dan Digital Store

Di usia ke-76, BTN tidak hanya fokus pada KPR. BTN memperkuat bisnis beyond mortgage. Layanan berbasis gaya hidup modern mulai dikembangkan. Salah satu wujud nyatanya adalah aplikasi superapp Bale by BTN. Aplikasi ini mempermudah transaksi generasi milenial dan Gen Z.

Pengguna Bale by BTN melesat tajam. Jumlahnya mencapai 3,7 juta akun, tumbuh 66,1% yoy. Transaksi pun melonjak 79,2% yoy menjadi 2,2 miliar. Nilai transaksinya menembus Rp103,6 triliun. Saldo pengguna juga menyumbang Rp22,8 triliun terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN. DPK konsolidasian BTN sendiri sukses tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp437,4 triliun.

Nixon menegaskan arah transformasi bank. Inovasi teknologi adalah sebuah keharusan.

“Transformasi digital menjadi kunci agar BTN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Nixon.

Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dalam keterangan pers di Jakarta, Senin sore (9/2/2026)

Langkah digitalisasi makin nyata dengan hadirnya BTN Digital Store. Konsep ini menggantikan teller dan customer service konvensional. Semuanya berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Nasabah bisa membuka rekening hanya dalam 3 hingga 5 menit.

Tepat di hari ulang tahunnya, BTN meresmikan Digital Store terbaru di Central Park, Jakarta. Layanan ini mengusung konsep paperless, seamless, dan self-service. Ada juga petugas Superbuddy untuk memandu nasabah. Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyebut lokasi di pusat perbelanjaan sangat strategis.

“Digital store di mal menjadi langkah strategis untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z,” ujar Rully.

Saat ini, sudah ada 24 BTN Digital Store beroperasi. Enam di antaranya berada di area publik. BTN menargetkan 100 gerai serupa pada 2027.

Ekosistem Terintegrasi dalam BTN Expo 2026

BTN juga berupaya membangun ekosistem perumahan utuh. Upaya ini terlihat dalam ajang BTN Expo 2026 pada 28-31 Januari lalu. Tema yang diusung adalah “Build, Battle, and Beat”. Pameran ini menggabungkan properti, kuliner, fesyen, hingga konser musik musisi papan atas.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo melihat ekosistem ini sebagai peluang pertumbuhan. Langkah ini menyeimbangkan ekspansi bisnis dan stabilitas.

“Kami meyakini pertumbuhan yang sehat bukan hanya soal angka, tapi tentang kualitas,” terang Setiyo.

Ajang ini menarik hampir 6.000 pengunjung. BTN Expo juga menjadi puncak acara BTN Housingpreneur 2025. Kompetisi ini melahirkan 57 inovator muda dari total 1.170 pendaftar. Kebanyakan adalah startup teknologi perumahan.

Dzikrina Aulia, peserta BTN Champions 2026, merasakan langsung keseruannya. Lulusan Universitas Tarumanegara ini mendapat banyak wawasan baru.

“Jadi BTN Expo ini lengkap. Bisa ikut kuis, jajan, cari info kerja, sambil lihat-lihat apartemen,” ceritanya antusias.

Pemerintah sangat mengapresiasi inovasi ini. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah memuji pelibatan generasi muda. Ia meminta anak muda berani berinovasi.

“Silahkan bermimpi ingin jadi apapun yang Anda mau,” pesan Fahri kepada para milenial.

Green Banking dan Rumah Rendah Emisi

Langkah maju BTN juga merambah aspek lingkungan. Praktik perbankan ramah lingkungan (green banking) terus digalakkan. Sepanjang 2025, BTN membiayai 11.000 rumah rendah emisi. Targetnya naik menjadi 20.000 hingga 30.000 unit di 2026. BTN ingin mencapai 200.000 unit pada 2030.

Program ini didukung startup pengolah sampah plastik seperti Rebrick, Plustik, dan Green Brick. Mereka menyulap bungkus plastik menjadi bahan bangunan kuat. Setiyo Wibowo bangga dengan sinergi ini.

“Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang recycle plastik,” ucap Setiyo.

Pengembang perumahan juga menyambut baik. CEO ISPI Group Preadi Ekarto menegaskan dukungannya.

“Banyak lahan yang masih bisa dibangun untuk rumah rendah emisi,” kata Preadi.

Selain itu, BTN memiliki program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” bersama startup Rekosistem. Nasabah bisa menabung sampah rumah tangga untuk memotong cicilan KPR. Program ini bisa menghemat cicilan 10% hingga 15% atau sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per bulan. Ratu Belanda Queen Maxima pun memuji program ini saat kunjungannya ke Indonesia.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengajak nasabah ikut serta.

“Kami berharap lebih banyak lagi nasabah KPR BTN yang tertarik untuk ikut mengumpulkan sampah dalam program ini,” ujarnya.

Semua inisiatif ini membuahkan hasil. BTN meraih MSCI ESG Rating AA. BTN menjadi bank terdepan dalam penerapan Environment, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. BTN menargetkan portofolio pembiayaan berkelanjutan naik ke 60% pada tahun 2026.

Kepercayaan Tinggi dari Pemangku Kepentingan

Berbagai pencapaian ini menuai respons positif dari mitra dan pemerintah. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyoroti komitmen BTN.

“Transformasi BTN sebagai housing bank mencerminkan komitmen untuk tetap relevan dan melayani kebutuhan masyarakat,” nilai Rosan.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun juga melihat kesiapan BTN. Transformasi digital membuat BTN mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Kami berharap BTN terus menjaga integritas, profesionalisme, serta memperkuat kontribusinya bagi pembangunan nasional,” harap Misbakhun.

Dukungan serupa datang dari sektor properti. Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya memuji digitalisasi BTN. Namun, ia juga menitipkan pesan penting untuk menjaga bisnis pengembang perumahan rakyat.

“Bisnis properti, khususnya perumahan menengah ke bawah, sangat bergantung pada kecepatan proses kredit,” ingat Bambang.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengamini hal tersebut. Ia menegaskan peran krusial BTN dalam menyokong program 3 juta rumah pemerintah. Mayoritas subsidi masih mengandalkan BTN.

“Maju terus BTN untuk program perumahan Indonesia,” pungkas Junaidi.

Langkah 76 tahun bukanlah akhir, melainkan babak baru. Dengan digitalisasi kuat, komitmen pelestarian lingkungan, dan dukungan dari segala pihak, BTN kian mantap. BTN benar-benar mewujudkan komitmen nyatanya melayani negeri. Menjadi mitra utama pemberdayaan finansial keluarga Indonesia masa kini dan masa depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bank China Construction (MCOR) Bukukan Laba Rp301,94 Miliar pada 2025, Naik 2,21%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk...

OJK Serahkan 3 Tersangka Kredit Fiktif Rp32,43 Miliar ke Jaksa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan tiga...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru