back to top

Laba Cetak Rekor, Saham Swiss Re Melonjak Saat Bursa Eropa Ditutup Bervariasi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (27/2/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi saat investor mencerna berbagai laporan keuangan dan data ekonomi pada akhir pekan.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,11% ke posisi 633,85. Sebagian besar sektor sukses berada di zona positif. Namun, bursa-bursa utama di kawasan tersebut bergerak bervariasi.

Indeks CAC 40 Perancis turun 0,47% ke level 8.580,75. FTSE MIB Italia melemah 0,46% ke posisi 47.209,89.

Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,59% ke level 10.910,55. DAX Jerman terkoreksi tipis 0,02% ke posisi 25.284,26. IBEX 35 Spanyol juga merosot 0,73% ke level 18.360,80.

Pada hari Jumat, sejumlah perusahaan raksasa Eropa merilis kinerja keuangannya. Beberapa di antaranya adalah BASF, Swiss Re, Holcim, IAG, dan Amadeus.

Perusahaan reasuransi Swiss Re menjadi bintang utama usai membukukan laba USD4,8 miliar untuk tahun 2025. Angka ini melonjak drastis 47% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tingkat tertinggi dalam sejarah,” kata CEO Swiss Re, Andreas Berger.

Manajemen perusahaan juga memaparkan kunci kesuksesan finansial mereka.

“Hasil ini berkat underwriting yang disiplin, pengembalian investasi yang kuat, dan aktivitas kerugian besar yang rendah di luar kuartal pertama,” jelas pihak perusahaan.

Swiss Re turut mengumumkan rencana program pembelian kembali saham senilai USD1,5 miliar. Beragam sentimen positif ini membuat saham mereka ditutup melesat 3,8%.

Kondisi sebaliknya dialami oleh saham Barclays di London yang anjlok 4,5%. Penurunan ini dipicu laporan eksposur pemberi pinjaman Inggris tersebut terhadap Market Financial Solutions (MFS). Nilai eksposurnya menembus 600 juta poundsterling atau setara USD809 juta.

Santander juga disebut memberikan pembiayaan kepada MFS. MFS merupakan perusahaan spesialis pinjaman jangka pendek dan hipotek buy-to-let di London. Saham Santander akhirnya ikut merosot 0,4%. MFS sendiri telah masuk proses kepailitan di pengadilan Inggris awal minggu ini.

Dari sisi makroekonomi, Jerman, Perancis, dan Spanyol merilis data inflasi terbaru mereka. Jerman dan Perancis juga mempublikasikan angka pengangguran. Sementara Inggris melaporkan pergerakan harga rumah.

Di Inggris, mata publik tertuju pada pemilihan sela parlemen di Gorton dan Denton, Greater Manchester. Partai Hijau secara mengejutkan keluar sebagai pemenang.

Mereka sukses membalikkan mayoritas besar suara dari partai berkuasa, Partai Buruh. Reform UK sukses menempati posisi kedua. Partai Buruh justru terperosok ke posisi ketiga. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Inflasi Memanas dan Ancaman AI Bikin Cemas, Indeks Dow Jones Anjlok 500 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Asia Bergerak Variatif,di Akhir Pekan, Saham Teknologi Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

Awas Krisis Energi Ala 1970-an! Penutupan Selat Hormuz Bisa Kerek Harga Minyak Tembus USD 100

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pasar minyak dunia bersiap menghadapi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru