spot_img

Anomali Pasar Asia: Mengapa Kospi dan Topix Cetak Rekor Tertinggi Saat Tensi Geopolitik Memanas?

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Investor mengabaikan ketegangan militer terbaru yang melibatkan Iran. Fokus pelaku pasar beralih pada lonjakan saham teknologi serta rekor tertinggi di Wall Street.

Mengutip CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 3% ke level 8.476,15. Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi baru sepanjang masa. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 2,68% ke posisi 1.074,8.

Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja gemilang. Indeks Nikkei 225 naik 2,53% dan berakhir di posisi 66.329,5. Indeks Topix yang lebih luas ikut melesat 1,41% ke rekor tertinggi baru di level 3.957,17.

Saham Samsung Electronics menjadi primadona dengan kenaikan lebih dari 5%. Perusahaan mengumumkan telah mulai mengirimkan sampel chip memori terbaru kepada pelanggan secara global. Penguatan ini turut didorong oleh sentimen positif sektor kecerdasan buatan (AI) dari pasar Amerika Serikat (AS).

Saham Snowflake di Wall Street melonjak 36,5% setelah mengeluarkan proyeksi keuangan yang optimis. Perusahaan platform data ini juga berencana mengeluarkan biaya 6 miliar USD untuk layanan Amazon Web Services. Hal ini memicu antusiasme investor terhadap saham-saham berbasis AI di bursa Asia.

Optimisme pasar muncul di tengah laporan aktivitas militer Iran. Pasukan Iran dikabarkan menembakkan rudal ke sejumlah sasaran pada Kamis malam. Pentagon juga menyebut Teheran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait dan mengerahkan drone di sekitar Selat Hormuz.

Meski begitu, investor lebih memilih fokus pada kabar diplomatik antara AS dan Iran. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi adanya kemajuan dalam upaya penghentian konflik. Kedua negara dilaporkan menyepakati persyaratan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari ke depan.

Pejabat Gedung Putih memberikan keterangan mengenai kesepakatan tersebut. Ia membenarkan laporan mengenai upaya damai kedua pihak.

“AS dan Iran sebagian besar telah menyetujui persyaratan kesepakatan yang bertujuan untuk menghentikan sementara konflik tiga bulan tersebut,” ujar Pejabat tersebut.

Bursa Australia turut merasakan dampak positif. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 1,62% ke level 8.731,7. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga merangkak naik 0,55% pada jam terakhir perdagangan.

Namun, pelemahan terjadi di pasar China dan India. Indeks CSI 300 di China daratan turun 0,45% ke posisi 4.892,12. Indeks Nifty 50 di India juga melemah 1,5% ke level 23.547,75.

Sentimen global tetap kokoh berkat performa Wall Street. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sukses mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones juga menguat tipis di tengah reli sektor teknologi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Saham berjangka (futures) Amerika Serikat...

Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Euforia AI

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru