STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat sore (29/5/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (30/5/2026) WIB. Tiga indeks utama sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sektor teknologi kembali menjadi motor penggerak utama kenaikan pasar.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 363,49 poin atau 0,72% ke level 51.032,46. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 0,22% dan berakhir di posisi 7.580,06. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) menguat 0,2% menjadi 26.972,62.
Saham Dell Technologies menjadi bintang lapangan dengan lonjakan hampir 33%. Performa ini merupakan hari terbaik sepanjang sejarah perusahaan tersebut. Dell melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi serta menaikkan panduan pertumbuhan setahun penuh.
Saham semikonduktor turut memberikan kontribusi positif. Micron Technology melesat 5% dan Qualcomm naik 3%. Sepanjang bulan Mei, Micron mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 88%, sedangkan Qualcomm naik mendekati 40%.
Dana indeks sektor teknologi (XLK) juga menyentuh rekor tertinggi baru dalam 52 minggu. Sektor ini membukukan kenaikan hampir 20% selama bulan Mei.
David Nicholas, CEO dan pendiri XFUNDs by Nicholas Wealth, memberikan analisanya. Ia melihat fenomena ini sebagai perluasan tren kecerdasan buatan (AI).
“Dell adalah representasi dari cerita pendapatan AI yang semakin meluas,” ujar Nicholas dalam wawancara dengan CNBC. “Kita mulai dengan chip, memori, namun sekarang ini benar-benar tentang tumpukan infrastruktur AI yang luas.”
Mei menjadi bulan yang sangat menguntungkan bagi investor. Nasdaq memimpin penguatan bulanan dengan lonjakan lebih dari 8%. S&P 500 tumbuh 5%, sementara Dow Jones naik hampir 3%.
Secara mingguan, ketiga indeks utama juga kompak berakhir di zona hijau. Nasdaq memimpin kenaikan lebih dari 2% dalam sepekan terakhir. S&P 500 naik lebih dari 1%, dan Dow Jones menguat tipis di bawah 1%.
Sentimen pasar juga didorong oleh kabar geopolitik. Amerika Serikat dan Iran menyepakati nota kesepahaman gencatan senjata selama 60 hari. Hal ini meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap konflik di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat melalui akun Truth Social miliknya menyatakan sedang melakukan pertemuan di Situation Room. Ia menegaskan kesepakatan final harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga meminta Selat Hormuz segera dibuka untuk umum.
Kabar perdamaian tersebut membuat harga minyak mentah dunia terkoreksi. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,73% menjadi 87,36 USD per barel. Minyak Brent juga merosot 1,77% ke posisi 92,05 USD per barel.
Harga minyak mentah Amerika Serikat mencatat penurunan bulanan terbesar sejak April 2025. Sepanjang bulan ini, harga komoditas tersebut sudah anjlok hampir 17%.
Nicholas menilai meredanya ketegangan akan menjadi katalis positif bagi bursa saham. Investor kini lebih optimis menatap masa depan pasar.
“Selalu ada risiko peristiwa tak terduga, namun insting saya mengatakan hal ini akan segera berakhir,” tambah Nicholas. “Pasar sudah memperhitungkan banyak hal tersebut, tetapi menurut saya ini membuka peluang bagi pasar untuk terus bergerak lebih tinggi.”

