STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat sore (27/2/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (28/2/2026) WIB. Ketiga indeks utama kompak terperosok ke zona merah. Pelaku pasar merespons negatif rilis data inflasi produsen Amerika Serikat.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York anjlok 521,28 poin atau 1,05% ke level 48.977,92. Indeks S&P 500 (SPX) juga turun 0,43% dan berakhir di posisi 6.878,88. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melemah 0,92% menjadi 22.668,21.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri Februari dengan rapor negatif. Kondisi ini dipicu ketakutan pasar atas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap sejumlah industri. Kekhawatiran ini makin memuncak pasca pengumuman mengejutkan dari Block.
Perusahaan teknologi finansial milik Jack Dorsey ini merumahkan lebih dari 4.000 karyawannya. Angka ini setara dengan hampir separuh total tenaga kerja mereka. Saham sektor keuangan dan siklus ekonomi pun ikut terseret arus bawah.
Saham terkait kredit swasta kembali tertekan hebat. Investor menakar potensi kerugian akibat runtuhnya Market Financial Solutions (MFS). MFS merupakan penyedia hipotek asal Inggris.
Kondisi ini memukul telak saham Apollo yang anjlok lebih dari 8%. Saham Jefferies juga merosot tajam 9%. Saham Blue Owl ikut jatuh sekitar 6%.
Rapor merah juga mewarnai emiten perangkat lunak pada akhir bulan ini. Saham Salesforce amblas lebih dari 2%. Penurunan saham Microsoft turut memberi beban berat bagi pergerakan indeks Dow Jones.
Perusahaan keamanan siber Zscaler merosot 12%. Penurunan ini terjadi karena realisasi pendapatan tidak memenuhi ekspektasi pasar. Saham CoreWeave bahkan terjun bebas 18% akibat proyeksi bisnis kurang memuaskan.
Saham raksasa cip Nvidia belum keluar dari tren negatif. Sahamnya turun 4% pada penutupan perdagangan Jumat. Sehari sebelumnya, saham ini sudah terlebih dahulu anjlok lebih dari 5%.
Koreksi harga ini mengejutkan banyak pihak. Kinerja kuartal keempat Nvidia sejatinya sangat memuaskan. Penurunan saham ditengarai berasal dari keraguan pasar terhadap kelanjutan kesepakatan Nvidia dengan OpenAI.
Sentimen pasar makin suram seiring rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Januari. Pengukur inflasi tingkat grosir ini naik 0,5% secara bulanan. Angka ini melampaui perkiraan para ekonom sebesar 0,3%.
Angka PPI inti juga mencatat lonjakan 0,8%. Pengukuran ini mengecualikan harga makanan dan energi. Realisasi ini jauh di atas prediksi ekonom sebesar 0,3%.
Chief Investment Officer di Integrated Partners, Stephen Kolano, memberikan analisanya. Laporan PPI menambah deretan beban pikiran para investor. Mereka sudah lebih dulu cemas soal belanja modal AI dan guncangan pasar kredit swasta.
Kolano menilai inflasi ini lebih didorong oleh sektor jasa. Perusahaan tampaknya mulai membebankan biaya tarif ke konsumen demi menjaga margin keuntungan.
“Inflasi belum terpecahkan,” kata Kolano.
Angka inflasi tinggi menciptakan teka-teki sulit bagi Bank Sentral AS. Mereka harus memilih antara memangkas suku bunga demi memacu pertumbuhan atau menahannya untuk menekan inflasi.
“Itu hanya menciptakan ketidakpastian seputar ke mana arah kebijakan pada sisa tahun ini,” ungkapnya.
Kondisi pasar tenaga kerja turut menjadi sorotan utama Kolano. Pertumbuhan lapangan kerja bulan lalu memang melampaui ekspektasi. Namun, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terus meningkat drastis.
Tingkat PHK pada Januari bahkan mencapai angka tertinggi untuk bulan tersebut sejak krisis keuangan global. Kolano belum yakin pasar tenaga kerja sudah benar-benar stabil.
“Saya belum melihat tanda yang jelas pengangguran tidak akan bergerak lebih tinggi sekarang,” tegasnya.
Indeks Nasdaq mencatat penurunan lebih dari 3% sepanjang Februari. Ini merupakan kinerja bulanan terburuk sejak Maret tahun lalu. ETF iShares Expanded Tech-Software (IGV) bahkan anjlok hampir 10% bulan ini.
Indeks S&P 500 ikut mencatatkan kerugian hampir 1% selama Februari. Hanya Dow Jones yang berhasil selamat dengan kenaikan tipis 0,2%.
