STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Senin (2/3/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (3/3/2026) WIB.
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,4% ke level USD 5.297,31 per ons troi. Logam mulia ini sempat melonjak lebih dari 2% pada awal sesi perdagangan. Namun, aksi ambil untung membuat sebagian kenaikan tersebut terpangkas.
Harga emas spot ini terus bergerak di level fantastis. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di posisi USD 5.594,82 pada 29 Januari lalu.
Tren positif juga terlihat di pasar berjangka Amerika Serikat (AS). Kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 1,2%. Harganya kini bertengger mantap di posisi USD 5.311,60 per ons troi.
Kenaikan harga emas ini terbilang sangat tangguh. Pasalnya, indeks dolar AS juga sedang menanjak sebesar 1%. Penguatan dolar AS biasanya membuat emas batangan menjadi lebih mahal dan kurang menarik bagi pemegang mata uang asing.
Konflik berkepanjangan di Timur Tengah menjadi motor penggerak utama pesona emas. AS dan Israel terus melancarkan serangan udara terhadap Iran. Skala peperangan ini bahkan semakin meluas tanpa tanda-tanda akan mereda.
Militer Israel dilaporkan mulai menyerang wilayah Lebanon. Tindakan ini merupakan balasan langsung atas serangan dari kelompok Hizbullah.
Di sisi lain, Iran terus memberikan perlawanan sengit. Teheran secara intensif meluncurkan rudal dan pesawat tak berawak ke arah negara-negara Teluk.
Presiden AS Donald Trump turut memberikan peringatan keras. Ia menyebut akan ada gelombang besar serangan lanjutan dalam waktu dekat. Meski begitu, Trump belum merinci detail rencana operasi militer tersebut.
Memanasnya geopolitik ini berdampak langsung pada sektor energi. Harga minyak dan gas langsung melambung tinggi. Berbagai fasilitas minyak dan gas di Timur Tengah terpaksa berhenti beroperasi.
Jalur pelayaran di Selat Hormuz juga ikut terganggu. Padahal, kawasan ini merupakan jalur maritim paling krusial bagi perdagangan energi global.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, memberikan pandangannya terkait dinamika pasar ini.
“Saat ini, pasar sedang mencoba mencari tahu apakah serangan ini akan ditindaklanjuti selama beberapa minggu ke depan,” ujar Meger.
“Saya pikir ketidakpastian itulah yang kemungkinan besar akan mendukung harga,” tambahnya.
Analis dari SP Angel menyoroti dampak geopolitik terhadap kebijakan moneter global. Fragmentasi geopolitik yang terus memburuk membuat bank sentral negara-negara BRIC mengubah strategi keuangannya.
Negara-negara tersebut mulai mengurangi eksposur terhadap aset berdenominasi dolar AS. Mereka kini lebih memilih memperbanyak tumpukan emas. Tren peralihan aset ini diprediksi akan terus berlanjut ke depannya.
Proyeksi senada juga dikeluarkan oleh BNP Paribas. Bank asal Prancis ini meyakini tingginya permintaan investasi emas fisik akan menjadi pendorong utama kenaikan harga tahun ini.
Emas memang selalu menjadi aset primadona di saat dunia sedang dilanda ketidakpastian. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah melonjak hampir 23%. Emas bahkan telah berulang kali mencetak rekor harga tertinggi baru.
Reli luar biasa ini melanjutkan kinerja impresif pada 2025. Tahun lalu, harga logam mulia ini sukses melesat hingga 64%. Rentetan pembelian besar-besaran oleh bank sentral menjadi faktor pendorong utamanya.
Selain itu, aliran dana yang masuk ke reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) juga sangat masif. Kebijakan moneter AS yang lebih longgar turut memberikan dorongan kekuatan tambahan bagi emas.
Namun, pasar emas fisik kini sedang menghadapi kendala logistik. Tiga sumber dari industri logam menyebut arus perdagangan emas dari dan menuju Dubai akan sangat dibatasi dalam beberapa hari ke depan. Penutupan jadwal penerbangan maskapai imbas serangan udara menjadi penyebab terhambatnya pengiriman.
Pekan ini, investor juga menantikan sejumlah rilis data penting dari AS. Pelaku pasar akan mencermati laporan ketenagakerjaan ADP. Klaim pengangguran mingguan dan laporan penggajian non-pertanian juga akan menjadi fokus utama para pedagang.
Sementara emas bersinar terang, nasib berbeda justru dialami oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot anjlok 5,7% menjadi USD 88,46 per ons troi. Penurunan ini terjadi setelah perak sempat menyentuh level tertingginya sejak 30 Januari.
Harga platinum spot ikut merosot 2,7% ke level USD 2.300,50 per ons troi. Setali tiga uang, harga paladium juga melemah 0,9% menjadi USD 1.770,66 per ons troi.
