back to top

BEI Cabut Sanksi Suspensi, Mampukah Saham Ini Lanjutkan Reli Kenaikannya Hari Ini?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut status penghentian sementara atau suspensi atas satu saham perusahaan tercatat. Saham tersebut adalah milik PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).

Pencabutan sanksi ini mulai berlaku pada perdagangan sesi pertama, Kamis (4/3/2026). Perdagangan saham TAMA kini sudah kembali normal di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Pencabutan dilakukan setelah masa pendinginan saham dinilai sudah cukup.

“Suspensi atas perdagangan saham PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 4 Maret 2026,” tegas Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (4/3/2026).

Sebelumnya, otoritas bursa terpaksa menggembok pergerakan saham TAMA. Penghentian sementara ini dilakukan pada perdagangan Selasa (3/3/2026).

Langkah tegas ini diambil akibat adanya lonjakan harga kumulatif yang sangat tajam pada saham tersebut. BEI menerapkan status suspensi sebagai bentuk cooling down atau pendinginan pasar.

Tujuan utama penghentian ini murni untuk melindungi para investor. BEI ingin memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar. Investor diharapkan bisa menimbang secara matang segala informasi sebelum mengambil keputusan investasi pada saham TAMA.

Harga Saham

Pergerakan saham TAMA memang sangat liar sebelum akhirnya disuspensi. Pada penutupan perdagangan Senin (2/3/2026), saham perusahaan ini melesat tajam sebesar 9,57%.

Harga sahamnya berakhir manis di level Rp103 per saham. Padahal sehari sebelumnya, saham TAMA masih bertengger di posisi Rp94 per saham.

Aktivitas jual beli saham TAMA juga terpantau ramai. Volume perdagangan mencapai 4,21 juta lembar saham.

Total nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp433,66 juta. Adapun frekuensi perdagangan yang terjadi mencapai 158 kali transaksi.

Kinerja sepekan saham TAMA tampil sangat memukau. Harga sahamnya meroket hingga 43,05%. Harganya melompat tinggi dari posisi Rp72 per saham menjadi Rp103 per saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Rawan Koreksi Makin Dalam, BNI Sekuritas Sarankan ‘Beli’ AMRT, MEDC hingga ASII

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

IHSG Berpotensi Tertekan Konflik AS-Iran, BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasi Saham TAPG hingga BOAT

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru