back to top

IHSG Berpotensi Tertekan Konflik AS-Iran, BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasi Saham TAPG hingga BOAT

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan saham Selasa (03/3/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 77,065 poin atau melemah 0,96% ke level 7.939,767, dari penutupan Senin (02/3/2026) di level 8.016,833.

Meski dibuka menguat di level 8.059,868, IHSG kembali terpuruk, bahkan jatuh di bawah level 8.000. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.098,392 dan terendah di posisi 7.932,520.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memasuki hari keempat memicu kekhawatiran eskalasi yang lebih luas.

Reza mengatakan pergerakan pasar dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas pasar energi global. Saat ini, IHSG diproyeksi cenderung tertekan dengan target support terdekat pada level 7.885 hingga 7.715. Sementara itu, area resistance berada pada level 8.000 sampai 8.060.

“Arah pergerakan pasar dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik antara AS dan Iran, terutama jika eskalasi konflik semakin meluas,” ujar Reza.

Untuk perdagangan Rabu (4/3/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:

1. BUY STOCKPICK – TAPG (PT Triputra Agro Persada Tbk) Technical Summary: Pergerakan saham TAPG berhasil menembus resistance konsolidasinya pada level 1.590 dengan peningkatan volume. Selama berada di atas level tersebut, terdapat potensi kelanjutan penguatan menuju target resistance selanjutnya.

Sentimen Tambahan: Eskalasi serangan AS versus Iran dapat memicu kenaikan harga minyak kelapa sawit atau CPO. Hal ini diprediksi akan mengguncang negara importir terbesar seperti India.

Trading Plan (Day Trade): Buy: 1.600 – 1.650 R1: 1.685 R2: 1.740 SL < 1.580

2. BUY STOCKPICK – ISAT (PT Indosat Tbk) Technical Summary: Saham ISAT mampu bertahan di atas level support 2.090 sampai 2.210. Selama bertahan di area tersebut, ada potensi rebound jangka pendek menuju target resistance terdekat.

Sentimen Tambahan: PT Indosat Tbk mencetak laba bersih Rp5,51 triliun pada 2025. Capaian ini naik 12,2% secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.

Trading Plan (Day Trade): Buy: 2.200 – 2.290 R1: 2.340 R2: 2.430 SL < 2.100

3. BUY STOCKPICK – BOAT (PT Newport Marine Service Tbk) Technical Summary: Saham BOAT melonjak signifikan dan berpotensi menguji level neckline di 192. Jika level ini tertembus, akan terbentuk pola double bottom dengan target penguatan lebih lanjut.

Sentimen Tambahan: Saham sektor perkapalan melonjak seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.

Trading Plan (Day Trade): Buy On Breakout > 192 R1: 210 R2: 226 SL < 185

4. SELL STOCKPICK – CMRY (PT Cisarua Mountain Dairy Tbk) Technical Summary: Pergerakan saham CMRY belakangan ini melemah diikuti peningkatan volume penjualan yang signifikan. Potensi terdekat akan menuju level support bawahnya.

Sentimen Tambahan: PT Cisarua Mountain Dairy Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,03 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 33,80% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Trading Plan (SELL): Last Price: 4.830 Next Support: 4.700

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Aksi Jual Berlanjut! Dana Pensiun BPD Jateng Kembali Lepas 243.900 Saham YOII

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Aksi jual atas saham PT Asuransi Digital...

IHSG Rawan Koreksi Makin Dalam, BNI Sekuritas Sarankan ‘Beli’ AMRT, MEDC hingga ASII

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru