STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2025 silam. Pendapatan dan laba emiten jasa energy terintegrasi itu tumbuh positif. Pencapaian kinerja ini ditunjang oleh peningkatan aktivitas distribusi migas serta efisiensi operasional pada tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Kamis 5 Maret 2026, laba ELSA yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tipis 0,66% menjadi Rp718,40 miliar (Rp98,43 per saham) pada 2025, dibanding Rp713,66 miliar (Rp97,78 per saham) pada tahun 2024.
Kenaikan laba emiten emiten jasa energi terintegrasi tersebut terutama karena didukung oleh pendapatan bersih yang meningkat 8,25% menjadi Rp14,49 triliun pada 2025, dari Rp13,39 triliun pada 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan ELSA tahun 2025 dari penjualan ke pihak berelasi yang mencapai Rp11,37 triliun, sekitar 78% dari total pendapatan Perseroan, Adapun penjualan ke pihak ketiga mengkontribusi Rp3,12 triliun.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan ELSA juga naik sebesar 8,14% menjadi Rp13,05 triliun pada 2025, dari Rp12,06 triliun pada tahun 2024. Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 9,22% menjadi Rp1,44 triliun pada 2025, dibanding Rp1,32 triliun pada tahun 2024.
Pada saat yang sama, beban umum dan administrasi ELSA juga meningkat 15,78%, dari Rp515 miliar pada 2024, menjadi Rp596,29 miliar pada 2025. Adapun beban keuangan turun 22,23% jadi Rp96,88 miliar dari Rp124,,59 miliar pada 2024. Akan tetapi, laba sebelum pajak ELSA masih naik sebesar 0,65% menjadi Rp912,75 miliar pada 2025, jika dibandingkan Rp906,82 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, ELSA memiliki total aset sebesar Rp11,08 triliun pada 2025, naik 3,13% dari Rp10,62 triliun pada 2024. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas ELSA, masing-masing sebesar Rp5,64 triliun dan Rp5,31 triliun. (konrad)
