spot_img

Profil Likuiditas Lemah, Obligasi dan Sukuk WIKA Tempati Peringkat Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PEFINDO mempertahankan peringkat obligasi berkelanjutan I tahap II seri A dan B PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di idD dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I tahap II seri A dan B di idDsy menyusul penundaan pembayaran pokok oleh WIKA untuk masing-masing instrumen keuangan yang jatuh tempo pada 03 Maret 2026.

Menurut tim analis Pefindo dalam risetnya, dikutip Kamis (05/3/20206), padaKeuangan lemah,  saat yang sama, Pefindo mempertahankan peringkat idD untuk WIKA dan peringkat idD untuk obligasi dan sukuk lainnya yang masih beredar.

Peringkat ini mencerminkan profil keuangan dan likuiditas WIKA yang lemah dan risiko ekspansi sebelumnya. “Kami dapat meninjau kembali peringkat jika WIKA mampu menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok dan kupon obligasi dan sukuk yang sudah jatuh tempo,” tulis tim analis Pefindo.

BUMN di bidang konstruksi ini mencakup segmen investasi, realti dan properti, infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, dan industri. Per 30 September 2025, pemegang saham WIKA adalah Pemerintah Indonesia sebesar 91,02% dan publik 8,98%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

WGSH Targetkan Pendapatan Melonjak pada 2026, Private Placement 208,5 Juta Saham Jadi Motor Ekspansi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT WGS Ventures Tbk (WGSH) memperkirakan...

Jual Saham di Atas Harga Pasar, Komisaris MEDS Jemmy Kurniawan Raup Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Jemmy Kurniawan, Dewan Komisaris sekaligus pemegang...

Pemenang Nusantara Internasional Jual 10 Juta Saham WINR di Harga Rp20, Demi Genjot Free Float?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemenang Nusantara Internasional (PNI) baru...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru