STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatat kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2025. Pendapatan dan laba emiten pembiayan ini tumbuh positif. Pencapaian tersebut tidak lepas strategi pembiayaan maupun efisiensi operasional yang dijalankan Manajemen Perseroan pada tahun lalu.
Menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang diumumkan, Jumat 6 Maret 2026, BFIN mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,58 triliun (Rp103 per saham) pada 2025, naik tipis 1,08% jika dibandingkan Rp1,56 triliun (Rp104 per saham) pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba BFIN antara lain ditunjang oleh pendapatan bersih yang tumbuh 6,51% menjadi Rp6,74 triliun pada 2025, dari Rp6,33 triliun pada 2024.
Mayoritas pendapatan BFIN tahun 2025 didominasi oleh piutang pembiayaan yakni sebesar Rp6,27 atau sekitar 94,03% dari total pendapatan Perseroan.
Kenaikan pendapatan disertai peningkatan beban operasi yang lebih tinggi dari pendapatan yakni 8,3% menjadi Rp4,77 triliun pada 2025, dari Rp4,40 triliun tahun 2024. Namun, laba sebelum pajak emiten pembiayaan itu meningkat 2,41% jadi Rp1,97 triliun pada tahun 2025, dari Rp1,92 triliun pada periode sama 2024.
Total aset BFIN per Desember 2025 sebesar Rp25,47 triliun, naik 1,4% dari Rp25,11 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas BFIN dalam periode sama, masing-masing Rp14,81 triliun dan Rp10,65 triliun. (konrad)
