STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) masih cukup aktif hingga awal Maret 2026. Total dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan obligasi mencapai puluhan triliun rupiah.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan hingga saat ini telah diterbitkan 37 emisi obligasi dari 26 penerbit EBUS.
“Sedangkan hingga saat ini, telah diterbitkan 37 emisi dari 26 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp41,41 triliun,” ujar I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Selain emisi yang sudah terealisasi, sejumlah perusahaan juga sedang mempersiapkan penerbitan obligasi.
BEI mencatat hingga 6 Maret 2026 terdapat 20 emisi obligasi dari 13 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline penerbitan.
Berdasarkan klasifikasi sektor, pipeline obligasi masih didominasi sektor keuangan. Sebanyak 5 perusahaan berasal dari sektor financials. Jumlah ini setara sekitar 25% dari total pipeline obligasi. Selain sektor keuangan, beberapa sektor lain juga ikut berkontribusi.
Sektor energy dan industrials masing-masing menyumbang 2 perusahaan atau sekitar 20% dari total pipeline. Sektor infrastructures mencatat 2 perusahaan dengan porsi sekitar 15%. Sementara itu sektor basic materials dan consumer non-cyclicals masing-masing diisi 1 perusahaan atau sekitar 10%.
Data BEI juga menunjukkan sejumlah sektor belum memiliki rencana penerbitan obligasi dalam pipeline saat ini. Tidak ada perusahaan dari sektor consumer cyclicals, healthcare, properties & real estate, technology, serta transportation & logistic yang masuk pipeline EBUS.
