back to top

Harga Emas Dunia Melonjak Hampir 2%, Ternyata Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (11/3/2026) WIB. Kenaikan harga logam mulia ini didorong oleh pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi global juga mulai mereda.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,9% menjadi USD 5.231,79 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup menguat 2,7% ke posisi USD 5.242,10.

Indeks dolar AS terpantau tergelincir turun. Pelemahan mata uang ini memberikan dukungan langsung bagi harga emas. Kondisi ini membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau. Pembeli dengan mata uang lain semakin tertarik untuk berinvestasi.

Harga minyak dunia ikut anjlok pada perdagangan hari Selasa. Sebelumnya, harga minyak sempat melesat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memprediksi konflik di Timur Tengah bisa segera berakhir. Sentimen ini sukses meredakan ketakutan pasar terkait gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan.

Namun, kondisi di lapangan belum menunjukkan tanda-tanda ketegangan akan usai. Warga Teheran memberikan kesaksian langsung kepada Reuters. Mereka menggambarkan pengeboman AS dan Israel di ibu kota pada malam hari sebagai serangan paling sengit dalam konflik tersebut.

Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, Bart Melek, memberikan pandangannya terkait pergerakan pasar.

“Dengan harga minyak mereda dari puncak di atas USD 100 – masih memicu inflasi dan oleh karena itu mendukung emas, tetapi tidak lagi cukup tinggi untuk secara serius membatasi kemampuan Fed untuk memangkas suku bunga – investor mendapatkan kenyamanan perdagangan penurunan nilai mungkin kembali bergairah saat kita bergerak maju,” kata Bart Melek.

Emas selama ini dipandang luas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tariknya bisa memudar ketika suku bunga acuan mengalami kenaikan. Emas merupakan instrumen investasi yang tidak memberikan imbal hasil berkala.

Investor kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS. Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS juga dijadwalkan terbit akhir pekan ini. Bank sentral AS atau The Fed diprediksi akan menahan suku bunga acuannya. Keputusan ini diperkirakan jatuh pada pertemuan 17 hingga 18 Maret mendatang.

Sementara itu, harga emas di Dubai kini diperdagangkan dengan harga diskon dibandingkan pasar London. Kendala penerbangan akibat konflik memicu penumpukan pasokan emas batangan di pasar lokal. Di sisi lain, angka permintaan dari masyarakat masih tetap lesu.

Tren positif harga turut menular pada komoditas logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 2,7% menjadi USD 89,39 per ons troi. Harga platinum spot juga menguat 2,2% pada level USD 2.229,15. Sebaliknya, harga paladium justru merosot 0,9% ke posisi USD 1.675,50.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi Geopolitik Memanas, Harga Minyak Indonesia Februari 2026 Tembus USD 68,79 per Barel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian...

Klaim Keliru Menteri Energi AS Beredar, Harga Minyak Dunia Anjlok 11%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 11%...

Tertekan Dolar AS dan Isu Inflasi, Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot lebih dari...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru