L’Oreal dan Nokia Terbang, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Kamis (23/4/2026) waktu setempat. Kenaikan didorong oleh laporan keuangan yang solid dari perusahaan raksasa seperti L’Oreal dan Nokia. Meski demikian, sentimen pasar secara keseluruhan masih tertahan oleh kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,05% ke posisi 614,20. Pergerakan bursa utama di kawasan tersebut terpantau bervariasi. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,87% ke level 8.227,32. FTSE MIB Italia bertambah 0,26% ke posisi 47.907,41.

Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,19% ke level 10.457,01. DAX Jerman melemah 0,16% ke posisi 24.155,45. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol merosot 0,67% ke level 17.885,90.

Saham raksasa kosmetik L’Oreal mencatatkan hari terbaiknya sejak November 2008. Harga sahamnya melonjak 9% setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan kuartalan tercepat dalam dua tahun terakhir.

Saham Nokia juga naik 6,4% menyusul rilis pendapatan kuartal pertama yang kuat. Perusahaan telekomunikasi asal Finlandia ini mencatat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 4% secara tahunan. Laba operasional Nokia mencapai 281 juta Euro atau sekitar 328,8 juta USD, melampaui perkiraan para analis.

Justin Hotard, Presiden dan CEO Nokia, menyampaikan strateginya dalam wawancara dengan CNBC. Ia menekankan fokus perusahaan pada teknologi masa depan.

“Perusahaan memanfaatkan peluang pertumbuhan struktural jangka panjang dalam AI, khususnya di jaringan optik,” ujar Hotard.

Saham perusahaan pertahanan Saab ikut menguat 3,8%. Meskipun pesanan kuartal pertama turun 5%, penjualan organik perusahaan tumbuh sebesar 23,6%. Laba operasional Saab melonjak 32% menjadi 1,92 miliar Krona, lebih tinggi dari estimasi pasar.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, memberikan peringatan keras. Ia menyebut dunia sedang menghadapi ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah. Hal ini berkaitan dengan konflik Iran yang mengganggu pasokan bahan bakar jet di Eropa.

Harga minyak mentah Brent naik hampir 0,9% menjadi 102,88 USD per barel. Kenaikan terjadi setelah adanya laporan militer Amerika Serikat (AS) mencegat setidaknya tiga kapal tanker minyak Iran di perairan Asia.

Kondisi ekonomi Jerman juga menekan sentimen pasar. Pemerintah Jerman memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 menjadi hanya 0,5%. Perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz menjadi alasan utama penurunan proyeksi ini. Inflasi di Jerman diprediksi meningkat menjadi 2,7% tahun ini.

Sementara itu, data pinjaman pemerintah Inggris turun menjadi 132 miliar Poundsterling pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Namun, imbal hasil obligasi Inggris sempat berbalik naik akibat tekanan inflasi yang tajam. Sektor otomotif dan ritel menjadi perhatian investor seiring rilis data pendaftaran mobil baru di Uni Eropa.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Memerah, Saham Sektor Perangkat Lunak Tumbang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

AS Cegat 3 Tanker Iran, Mayoritas Bursa Saham Asia Rontok

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik...

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Melaju Usai Gencatan Senjata Iran Diperpanjang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru