Tensi Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 3% pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (24/4/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Aksi blokade yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi penyebab utama gejolak harga.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik sekitar 3%. Harga minyak acuan internasional ini berakhir pada posisi 105,07 USD per barel di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak sekitar 3%. Minyak WTI ditutup pada level 95,85 USD per barel di New York Mercantile Exchange.

Iran terus menuntut izin bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tegas pada hari Kamis. Trump mengklaim negaranya memegang kendali penuh atas wilayah perairan tersebut.

Trump menegaskan kapal-kapal harus mengantongi izin dari Angkatan Laut AS untuk bisa melintas. Ia memberikan komentarnya mengenai situasi keamanan di jalur laut strategis tersebut.

“AS memiliki kendali penuh atas jalur laut tersebut,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari CNBC.

Pemerintah Amerika Serikat telah menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April lalu. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz saat ini tetap berada pada level yang sangat rendah.

Kondisi ini terjadi karena AS dan Iran sama-sama melakukan penyitaan kapal di tengah masa gencatan senjata yang rapuh. Iran menahan dua kapal kargo di selat tersebut pada hari Rabu. Sementara itu, pihak AS mencegat beberapa kapal tanker minyak milik Iran.

Ketegangan semakin memanas setelah Menteri Pertahanan Israel memberikan pernyataan keras. Ia menyebut Yerusalem siap untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Pihaknya kini menunggu persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat.

Israel sebelumnya telah membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada awal pecahnya perang. Posisi tersebut kini digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

“Yerusalem sedang menunggu lampu hijau dari AS untuk melanjutkan perang melawan Iran dan menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei,” tegas Menteri Pertahanan Israel.

Harga minyak semakin melambung setelah adanya laporan mengenai dinamika politik di internal Iran. Perunding utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dikabarkan mengundurkan diri. Pengunduran diri ini dipicu oleh adanya campur tangan dari Garda Revolusi Iran.

Kabar pengunduran diri ini memicu kekhawatiran baru bagi para pelaku pasar global. Intervensi Garda Revolusi dianggap akan membuat Teheran mengambil sikap yang jauh lebih keras. Kondisi ini diprediksi membuat proses negosiasi dengan Amerika Serikat menjadi semakin sulit.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Tergelincir, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia mengalami penurunan...

Aksi Borong Investor Dongkrak Harga Emas

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat pada...

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Harga Minyak Brent Tembus 100 USD

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak tajam...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru