S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Melaju Usai Gencatan Senjata Iran Diperpanjang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Rabu sore (22/4/2026) waktu setempat atau Kamis (23/4/2026). Indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil mencapai level rekor tertinggi sepanjang sejarah. Investor menyambut positif keputusan Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 340,65 poin atau 0,69% ke level 49.490,03. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 1,05% dan berakhir di posisi 7.137,90. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melesat 1,64% menjadi 24.657,57.

Lonjakan Nasdaq didorong oleh kenaikan signifikan saham-saham sektor teknologi. Indeks ini bahkan sempat mencatatkan level tertinggi baru intraday sepanjang sesi berlangsung. Penguatan S&P 500 kali ini berhasil menghapus seluruh kerugian akibat konflik Iran pada pekan lalu.

Sentimen pasar membaik drastis setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terbaru terkait konflik Timur Tengah. Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu. Langkah ini ia ambil karena melihat kondisi pemerintahan Teheran sedang mengalami perpecahan serius.

Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun Truth Social miliknya. Ia menyebut keputusan ini juga atas permintaan dari pejabat tinggi Pakistan. Hal ini dilakukan demi memberi ruang bagi perwakilan Iran menyusun usulan perdamaian yang terpadu.

“Berdasarkan fakta Pemerintah Iran sedang terpecah parah, tidak disangka-sangka dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dari Pakistan, kami telah diminta menunda Serangan kami terhadap Negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat memberikan proposal yang terpadu,” tulis Trump dalam unggahannya.

Trump juga menegaskan kesiapan militer Amerika Serikat di tengah masa perpanjangan ini. Ia memerintahkan pasukannya tetap siaga penuh hingga diskusi mengenai proposal perdamaian selesai dilakukan.

“Oleh karena itu saya telah menginstruksikan Militer kami untuk melanjutkan Blokade dan, dalam hal-hal lain, tetap siap serta mampu, dan karena itu akan memperpanjang Gencatan Senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi selesai, dengan satu atau lain cara,” tambah Trump.

Ben Fulton, CEO WEBs Investments, memberikan analisanya mengenai situasi pasar saat ini. Ia menilai investor mulai mengabaikan perkembangan konflik di Timur Tengah. Fulton melihat saham-saham AS memiliki ruang gerak lebih luas untuk naik dibandingkan pasar internasional lainnya.

“Seminggu yang lalu, saya katakan, ‘Risikonya ada pada sisi atas.’ Pasar bergerak begitu banyak sehingga sekarang saya melihat dan berkata, ‘Tidak, risikonya ada pada sisi bawah,’” ujar Fulton dalam sebuah wawancara.

Fulton menyarankan para pelaku pasar untuk tetap fokus pada strategi investasi jangka panjang. Ia menganggap gejolak politik sudah mulai tertinggal oleh optimisme pasar.

“Sudah waktunya menaruhnya di kaca spion. Mereka harus tetap pada jalurnya,” tegas Fulton.

Meskipun Wall Street menguat, ketegangan di jalur perairan utama masih terasa. Angkatan Laut Iran dilaporkan menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz pada hari Rabu. Kondisi ini memicu kenaikan harga minyak dunia, dengan harga minyak mentah Brent melampaui 100 USD per barel.

Di sisi lain, musim laporan keuangan yang kuat ikut mendongkrak performa indeks. Saham Boeing naik 5,5% setelah melaporkan kerugian kuartal pertama lebih kecil dari perkiraan. Saham GE Vernova juga melompat hampir 14% karena pendapatan melampaui ekspektasi. Data FactSet menunjukkan lebih dari 80% perusahaan S&P 500 melaporkan kinerja di atas ekspektasi pasar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekonomi Jerman Melambat Akibat Perang Iran, Bursa Saham Eropa Tergelincir ke Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Nikkei 225 Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Asia Beragam Usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...

Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Teheran Sedang Terbelah

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru