STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Laba PT Petrosea Tbk (PTRO) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$1,385 juta (US$0,0001 per saham) pada kuartal I 2026, tumbuh 50,54% jika dibandingkan US$920 ribu (US$0,0001 per saham) pada periode sama 2025.
Kenaikan laba PTRO tersebut, menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang dipublikasikan Senin, 27 April 2026, didukung antara lain didukung oleh pendapatan Perseroan yang melonjak 84,23% jadi US$284,13 juta pada Januari-Maret 2026, dari US$154,21 juta pada Januari-Maret 2025.
Kontributor terbesar pendapatan PTRO kuartal I 2026 dari bisnis jasa penambangan yakni US$140,56 juta, melejit 10,69% dari US$70,07 juta kuartal I 2025. Disusul bisnis konstruksi dan rekayasa US$106,43 juta, EPCI-Minyak Bumi dan Gas Lepas Pantai US$13,59 juta, dan penjualan batubara US$13,84 juta.
Beban langsung PTRO meningkat sebesar 79,14% jadi US$247,44 juta, dari US$138,12 juta pada kuartal I 2025. Namun, laba kotor Perseroan meroket 127,93% menjadi US$36,69 juta pada kuartal I 2026, dari US$16,97 juta.
PT Petrosea Tbk (PTRO) adalah perusahaan pertambangan, infrastruktur, dan jasa minyak & gas yang didirikan pada tahun 1972. Perusahaan diakuisisi oleh Caraka Reksa Optima dari Indika Energy pada tahun 2022.
Perusahaan ini menawarkan jasa kontrak pertambangan, teknik, pengadaan, & konstruksi , dan jasa minyak & gas. Selanjutnya, perseroan tidak hanya bertujuan menyediakan jasa konstruksi penambangan, tetapi juga memiliki lokasi penambangan, mulai dari batu bara dan emas. (konrad)
