STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tahun buku 2025. Ekosistem digital terbesar di Indonesia ini sukses membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp2 triliun.
Angka tersebut melampaui pedoman kinerja yang ditetapkan sebelumnya pada kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp1,9 triliun. Pada kuartal keempat 2025, EBITDA Grup yang disesuaikan juga mencetak rekor tertinggi senilai Rp672 miliar.
Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, menyatakan: “Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2–3,4 triliun.”
Hans menambahkan perusahaan akan terus fokus pada solusi nyata bagi konsumen. Strategi ini menyasar segmen masyarakat kelas atas (affluent) maupun pasar massal (mass market). Investasi pada kapabilitas utama tetap menjadi prioritas perusahaan.
Kinerja positif ini juga terlihat dari nilai transaksi bruto atau GTV inti Grup. Sepanjang tahun 2025, GTV inti tumbuh 49% mencapai Rp400 triliun. Khusus di kuartal keempat, nilainya menyentuh Rp124 triliun atau naik 57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini sejalan dengan melonjaknya jumlah pengguna yang bertransaksi tahunan (ATU). Tercatat ada 66 juta pengguna aktif, tumbuh 24% secara tahunan. Pendapatan bersih Grup pun ikut terkerek naik 24% menjadi Rp18,3 triliun untuk setahun penuh.
Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menambahkan: “Kinerja kami mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line). Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif.”
Simon menjelaskan arus kas bebas yang disesuaikan juga menunjukkan tren positif. Nilainya mencapai Rp966 miliar untuk setahun penuh. Hal ini menjadi indikasi penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.
“Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026,” tutur Simon Ho.
Unit bisnis Financial Technology (Fintech) turut memberikan kontribusi signifikan. Unit ini mencetak rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp497 miliar sepanjang 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh layanan pembayaran dan pinjaman yang semakin diminati.
Sementara itu, unit On-Demand Services (ODS) mencatatkan kenaikan EBITDA sebesar 105% menjadi Rp1,4 triliun sepanjang 2025. Pendapatan bersih dari layanan Gojek ini mencapai Rp12,6 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh penggunaan teknologi AI untuk fitur pencarian dan rekomendasi bagi konsumen.
GoTo juga tetap memperhatikan kesejahteraan mitra pengemudinya. Sebanyak 400.000 mitra pengemudi yang memenuhi syarat menerima Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Lebaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari investasi disiplin dalam ekosistem GoTo.
Selain itu, GoTo memperoleh imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia sebesar Rp820 miliar sepanjang 2025. Pada kuartal keempat saja, nilai imbalan tersebut mencapai Rp193 miliar. Seluruh pencapaian ini memperkuat posisi GoTo sebagai pemimpin pasar ekonomi digital di tanah air.
