back to top

Perkuat Strategi Bisnis, Elnusa Tangkap Peluang Pertumbuhan Industri Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Elnusa Tbk (ELSA), terus memperkuat upaya pengembangan usaha untuk menangkap peluang bisnis seiring pertumbuhan industri energi nasional. Langkah ini mempertegas peran ELSA mendukung target produksi migas nasional menuju 1 juta barel oil per day (BOPD).

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan hulu migas, Elnusa mengembangkan strategi bisnis adaptif yang berfokus pada empat pilar utama peningkatan produksi migas. Yaitu, Routine Work Program, acceleration from Reserve to Production, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta Exploration.

Keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi industri hulu migas menjaga keberlanjutan produksi sekaligus membuka peluang penemuan sumber daya baru.

Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo dalam siaran pers, Jumat 13 Maret 2026,  menyampaikan bahwa implementasi setiap pilar memiliki tantangan tersendiri, mulai dari meningkatnya biaya kegiatan eksplorasi dan produksi, tingginya resiko subsurface yang berpengaruh terhadap penemuan cadangan baru, hingga kebutuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah matang.

“Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang kami miliki, Elnusa menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut. Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis ke depan,” ujarnya.

Arief mengatakan, dalam mendukung pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR), Elnusa berkolaborasi dengan Pertamina dan Subholding Upstream mengembangkan Chemical EOR (CEOR) dan teknologi Vibroseis EOR yang dirancang untuk meningkatkan perolehan minyak pada lapangan mature.

Selain itu, lanjutnya, Perseroan juga mendorong pengembangan fasilitas blending dan meningkatkan penggunaan material domestik guna mengurangi kebutuhan material impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri.

Pada aspek acceleration cadangan menjadi produksi, Elnusa menghadirkan solusi operasi berbiaya rendah (low-cost operation) yang memungkinkan pengembangan lapangan non ekonomis agar dapat dimonetisasi serta berproduksi secara lebih ekonomis.

Sementara pada routine work program, ELSA mengoptimalkan kekuatan integrasi multi-bisnis melalui layanan workover dan well intervention terintegrasi guna menjaga keberlanjutan produksi lapangan dan peningkatan efisiensi operasional.

Strategi ini didukung oleh portofolio bisnis Elnusa yang terdiversifikasi di tiga segmen utama, yaitu Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi & konstruksi, marine vessel & barge, hingga layanan distribusi energi.

Pada segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, Elnusa juga mencatat pertumbuhan volume angkutan BBM lebih dari 22% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah operasional. Perseroan juga terus memperluas layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.

Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga mendorong diversifikasi portofolio usaha, lewat pengembangan jasa survei seismik untuk sector non-migas seperti batubara serta pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke pasar internasional, termasuk pengiriman ke Aljazair bersama dengan mitra strategis.

Arief menambahkan bahwa strategi pengembangan usaha tersebut juga tercermin dari perolehan kontrak Perseroan sepanjang 2025 yang tetap kuat di tengah dinamika industri, hingga tahun 2026.

“Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, serta kebutuhan layanan distribusi energi. Oleh karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, integrasi layanan, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi,” ujarnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

LPS Gerak Cepat, Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah memulai...

Ekspansi Bisnis Properti, REAL Lakukan Groundbreaking Proyek Hunian MBR dengan Riscon Group

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) memperkuat...

Jasnita Telekomindo (JAST) Menangi Tender Contact Center Kementerian ESDM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) berhasil...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru