back to top

Awal Pekan, IHSG Turun Lagi 1,61% ke 7.022,288 Dipicu Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga sebagian besar saham kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3/2026). Penurunan harga saham sebanyak 542 ini terus menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah, bahkan menodong IHSG turun mendekati level 7.000. IHSG pada perdagangan saham Senin (16/3/2026) ditutup di level 7.022,288.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG hari ini merosot 114,924 poin atau turun 1,61% dari penutupan Jumat (13/3/2026) di level 7.137,212. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat mencapai ke level terendah harian di 6.917,322.

Kembali anjloknya IHSG hari ini dipicu oleh harga saham 542 emiten yang berakhir melemah. Sementara sebanyak 180 emiten ditutup naik dan 98 saham emiten tidak mengalami perubahan harga pada Senin (16/3/2026).

Total volume perdagangan mencapai 32,056 miliar saham dengan nilai transaksi Rp15,917 triliun dan frekuensi 1.674.892 kali. Angka ini naik dibandingkan nilai transaksi sebesar Rp14,049 triliun, Jumat (13/3/2026). Adapun kapitalisasi pasar hari ini tercatat sebesar Rp12.439.035 triliun, turun dari Rp12.704.147 triliun, Jumat (13/3/2026).

Saham-saham unggulan (bluechips) yang berakhir melemah di antaranya adalah TLKM turun 0,34% jadi Rp2.960 per saham. UNVR turun 0,80% jadi Rp1.855, BBCA turun 1,82% jadi Rp6.750, BMRI turun 1,05% jadi Rp4.700, BUMI turun 2,86% jadi Rp204, DEWA turun 0,51% jadi Rp394, AMMN turun 8,89% jadi Rp4.510, BBRI turun 0,85% jadi Rp3.480, dan GOTO turun 5,45% ke harga Rp52 per saham.

Sedangkan harga saham BBNI naik 1,89% jadi Rp4.320 per saham. EMAS naik 17,86% jadi Rp9.075, ARCI naik 5,30% jadi Rp1.690, ASII naik 0,43% jadi Rp5.850, MEDC naik 2,94% jadi Rp1.750, PSAB naik 13,27% jadi Rp555, dan BUVA naik 1,06% ke harga Rp950 per saham.

Sementara itu, mayoritas indeks Bursa Asia pada Senin (16/3/2026) ditutup bervariasi. Indeks Nikkei 225 dan Shanghai ditutup turun masing-masing 0,13% dan 0,26%. Sedangkan indeks Hang Seng dan Straits Times naik masing-masing 1,45% dan 0,55%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Buat Modal Kerja, Dua Anak Usaha GEMS Kantongi Kredit Rp4 Triliun dari BRI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direksi PT Borneo Indobara (BIB), dan Direksi...

Bank BNI Siap Lunasi Pokok Surat Utang Jatuh Tempo Senilai US$500 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)...

Entitas Anak Indointernet Raih Fasilitas Kredit US$665 Juta, Dananya Untuk Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Digital Gayana Ekagatra (DGE), anak perusahaan PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru