Pendapatan Turun 10,95%, Laba Kuartal I ABM Investama (ABMM) Tergerus 30,39%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan laba periode berjalan sebesar USD 14,88 juta pada kuartal I 2026. Perolehan ini merosot 30,39% dibandingkan USD 21,38 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD 14,43 juta. Angka ini turun dari USD 21,45 juta pada kuartal I 2025. Penurunan laba ini sejalan dengan terkoreksinya pendapatan serta bagian laba dari entitas asosiasi.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan ABMM mencapai USD 222,66 juta hingga Maret 2026. Nilai tersebut turun 10,95% dari posisi USD 250,02 juta secara year-on-year (YoY). Kontributor terbesar pendapatan berasal dari segmen kontraktor tambang dan tambang batu bara senilai USD 161,42 juta.

Sumber pendapatan lainnya berasal dari jasa logistik dan sewa kapal sebesar USD 30,14 juta. Selain itu, perdagangan bahan bakar menyumbang USD 13,56 juta. Divisi Site Services (SSD) dan repabrikasi memberikan kontribusi USD 10,05 juta, diikuti pabrikasi USD 7,31 juta, serta sewa mesin pembangkit listrik USD 181,84 ribu.

Penurunan laba juga dipengaruhi oleh merosotnya bagian laba entitas asosiasi. Pada kuartal I 2026, pos ini mencatat USD 21,09 juta, turun dibandingkan USD 30,85 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu entitas asosiasi utama adalah PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dengan kepemilikan 30%.

Manajemen ABMM berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi USD 209,79 juta dari sebelumnya USD 242,03 juta. Hal ini mendorong laba bruto naik menjadi USD 12,86 juta dibandingkan USD 7,99 juta pada kuartal I 2025.

Beban operasi perseroan juga mengalami penurunan. Beban penjualan dan distribusi tercatat USD 437,27 ribu, sementara beban umum dan administrasi sebesar USD 11,39 juta. Biaya keuangan perseroan mencapai USD 15,95 juta. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat USD 0,00524 per lembar.

Dari sisi neraca, ABMM memiliki total aset sebesar USD 2,04 miliar per 31 Maret 2026. Angka ini turun tipis dari USD 2,06 miliar pada akhir Desember 2025. Aset lancar tercatat USD 475,44 juta, sementara aset tidak lancar mencapai USD 1,57 miliar.

Jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar USD 1,15 miliar per Maret 2026. Liabilitas jangka pendek mencapai USD 455,20 juta dan liabilitas jangka panjang USD 693,28 juta. Adapun total ekuitas ABMM hingga akhir Maret 2026 berada pada level USD 894,09 juta.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Triniti Properti (TRIN) Melonjak 56,38% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)...

Laba Bersih RAJA Tumbuh 20,4% Jadi USD35,02 Juta, Incar Akuisisi Blok Madura

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan...

Proses Audit Masih Berjalan, Telkom Tunda Laporan Tahunan 2025 dan Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menginformasikan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru