back to top

Laba Bersih Bank Nobu Melejit 46,30% jadi Rp481,3 Miliar pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) atau Nobu Bank mengantongi laba bersih sebesar Rp481,3 miliar sepanjang tahun buku 2025. Angka ini melonjak 46,30% jika dibandingkan perolehan tahun 2024 sebesar Rp329,0 miliar.

Merujuk paparan kinerja per Desember 2025, pertumbuhan laba ini ditopang penyaluran kredit yang ekspansif. Penyaluran kredit mencapai Rp24,2 triliun atau tumbuh 20,07% secara tahunan (year on year/yoy). Kontribusi utama pertumbuhan berasal dari segmen consumer (KPR), UKM, dan mikro.

Pencapaian tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan. Total pendapatan operasional tercatat Rp2,98 triliun atau naik 23,42% (yoy). Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) terkerek 14,24% menjadi Rp1,13 triliun. Di saat yang sama, pendapatan berbasis komisi (fee based income) melonjak signifikan 68,46% mencapai Rp492,7 miliar.

“Peningkatan ini didorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dari penyaluran kredit, serta kontribusi berbagai layanan transaksi perbankan, khususnya layanan pembayaran berbasis QRIS,” tulis manajemen Perseroan dalam laporan keterbukaan informasi Rabu (18/3/2026). Saat ini, ekosistem merchant QRIS Nobu Bank telah melampaui 2 juta merchant.

Kenaikan pendapatan diikuti peningkatan beban operasional sebesar 18,39% menjadi Rp2,36 triliun. Perseroan secara konsisten melakukan pengelolaan biaya secara disiplin guna menjaga efisiensi operasional. Beban tenaga kerja tercatat sebesar Rp445,1 miliar dan biaya overhead sebesar Rp435,3 miliar.

Di akhir Desember 2025, aset Nobu Bank menyentuh Rp41,2 triliun. Nilai ini meningkat 23,67% (yoy) dari sebelumnya Rp33,3 triliun.

Sisi pendanaan juga menunjukkan tren positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp28,9 triliun, tumbuh 18,76% (yoy). Pertumbuhan DPK didorong meningkatnya jumlah pengguna layanan Nobu Go dan pengembangan fitur digital pada giro serta deposito.

Kualitas kredit NOBU tetap terjaga sangat baik. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Gross berada di level rendah yakni 0,44%. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 22,29%.

Rasio profitabilitas juga menguat. Return on Asset (ROA) naik menjadi 1,67% dan Return on Equity (ROE) mencapai 13,07%. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) berada di level 3,59% dan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) membaik ke angka 79,93%. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 83,68%.

Dari sisi ekuitas, total ekuitas Perseroan tumbuh 14,24% menjadi Rp4,17 triliun. Posisi modal ini semakin kokoh setelah Hanwha Life Insurance Co., Ltd. resmi mengakuisisi 40% saham Perseroan pada 2025. Aksi korporasi ini diharapkan membuka eksposur Perseroan pada pengembangan layanan perbankan digital dalam jangka panjang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Trimegah Sekuritas (TRIM) Melejit 128,37% jadi Rp593,54 Miliar pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM)...

Jasa Armada (IPCM) Bukukan Laba Bersih Rp196,44 Miliar di 2025, Naik 17,74%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) yang...

Didukung Charter Vessel, Laba  Bersih Newport Marine (BOAT) Tumbuh 73% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) membukukan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru