Rugi Bersih BOLD Membengkak Jadi USD 121,14 Juta pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Makmur Mandiri Utama Tbk (BOLD) mencatatkan rugi bersih sebesar USD 121,14 juta pada 2025. Nilai kerugian ini membengkak 124,8% dibandingkan rugi bersih tahun 2024 sebesar USD 53,88 juta.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang dikutip Sabtu (28/3/2026), pendapatan BOLD merosot 15,7% secara year on year (yoy). Emiten jasa pertambangan ini meraup pendapatan USD 1,48 miliar pada 2025. Sebelumnya, Perseroan mengantongi pendapatan USD 1,75 miliar pada 2024.

Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari tiga pelanggan besar. PT Indonesia Pratama menyumbang USD 443,99 juta atau 30% dari total pendapatan. PT Adaro Indonesia dan PT Berau Coal masing-masing memberikan kontribusi sebesar 12%.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan turun 10% menjadi USD 1,44 miliar dari USD 1,60 miliar. Namun, penurunan beban ini tidak sebanding dengan penurunan pendapatan. Akibatnya, laba bruto BOLD anjlok 74,9% menjadi USD 38,36 juta pada 2025.

Beban usaha Perseroan juga mengalami kenaikan 9,8% yoy menjadi USD 100,57 juta. Kenaikan ini didorong oleh biaya kompensasi karyawan yang mencapai USD 40,99 juta. Di sisi lain, biaya keuangan atau beban bunga berhasil ditekan 10,8% menjadi USD 91,61 juta dari USD 102,73 juta.

Dilihat dari posisi neraca, total aset BOLD per Desember 2025 mencapai USD 1,58 miliar. Angka ini menyusut 2,3% dibandingkan posisi aset per Desember 2024 sebesar USD 1,62 miliar.

Sementara itu, total liabilitas BOLD justru naik menjadi USD 1,47 miliar dari USD 1,39 miliar pada akhir 2024. Peningkatan ini membuat total ekuitas Perseroan tergerus signifikan sebesar 52,4% menjadi USD 111,09 juta pada akhir 2025.

Tingginya rugi bersih tahun berjalan menyebabkan akumulasi rugi (unappropriated) Perseroan membengkak. Saldo rugi ini tercatat sebesar USD 114,51 juta per 31 Desember 2025. Performa ini juga berimbas pada rugi per saham dasar yang naik menjadi USD 54,39 dari USD 23,87 di tahun sebelumnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perbankan RI Siaga! Risiko Global Meningkat, Ini Strategi Bank Jaga Stabilitas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Industri perbankan nasional memperketat prinsip kehati-hatian...

WIKA Beton Raup Laba Rp40 Miliar di 2025, Beban Utang Turun Tajam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)...

AFPI “Melawan”! Putusan KPPU Digugat, Aturan Bunga Pinjol Disebut Perintah OJK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru