STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (10/4/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (11/04/2026). Logam mulia ini berada di jalur kenaikan mingguan seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Pelemahan mata uang Negeri Paman Sam terjadi usai pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,3% ke posisi USD 4.778,89 per ons troi pada awal perdagangan Jumat. Sepanjang pekan ini, harga emas spot tercatat sudah tumbuh lebih dari 2%.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS justru turun tipis 0,3%. Harga emas berjangka menetap pada level USD 4.804,00 per ons troi. Investor saat ini terus memantau ketahanan gencatan senjata serta dampaknya terhadap suku bunga.
Gencatan senjata yang berlangsung selama dua hari telah menghentikan serangan udara AS dan Israel ke Iran. Namun, aksi ini belum mengakhiri blokade di Selat Hormuz. Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon juga masih terus berlangsung.
Meredanya ketegangan di Timur Tengah meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga di masa depan. Kondisi ini memberikan tekanan pada dolar AS dan menjadi sentimen positif bagi emas. Indeks dolar AS pun berada di jalur penurunan mingguan.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, memberikan analisanya terkait pergerakan pasar. Ia menyoroti kaitan antara deeskalasi konflik dengan posisi nilai tukar.
“Seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah, muncul ekspektasi yang sedikit lebih tinggi untuk kemungkinan melihat penurunan suku bunga pada suatu saat, dan dolar pun tertekan,” ujar David Meger.
Data ekonomi menunjukkan harga konsumen AS pada Maret mencatat kenaikan tertinggi dalam hampir empat tahun. Lonjakan harga minyak akibat perang menjadi pemicu utama inflasi tersebut. Inflasi yang tetap tinggi biasanya membatasi kemampuan bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Emas sering menjadi alat lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Namun, daya tarik emas bisa memudar dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil (yield).
Tai Wong, seorang pedagang logam independen, melihat adanya upaya pembeli emas untuk menguasai kembali pasar. Ia mencatat harga emas terus mencetak level terendah yang lebih tinggi setiap harinya.
“Pembeli emas dengan hati-hati merebut kembali narasi minggu ini dengan posisi terendah yang lebih tinggi setiap hari terbantu oleh gencatan senjata sementara,” kata Tai Wong.
Wong menambahkan pasar akan menghadapi tantangan besar pada level psikologis USD 5.000. Jika harga mampu menembus level tersebut, reli kenaikan emas diprediksi akan kembali berkobar.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di India terpantau sedikit meningkat menjelang festival besar. Meski begitu, harga yang masih tinggi cukup menekan minat pembeli. Sementara itu, premi harga emas di China justru mengalami penyempitan.
Pergerakan aset aman lainnya juga mencatatkan hasil bervariasi. Harga perak spot melonjak 1,7% menjadi USD 76,34 per ons troi. Sebaliknya, platinum merosot 2,5% ke level USD 2.050,99. Palladium juga jatuh 2,5% ke posisi USD 1.518,66. Ketiga logam tersebut tetap berada di jalur kenaikan mingguan.
