STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street kompak menguat pada penutupan perdagangan hari Kamis (15/4/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (16/4/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa. Investor merespons positif potensi berakhirnya perang Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York bertambah 115 poin atau 0,24% ke level 48.578,72. Indeks S&P 500 (SPX) naik 0,26% dan berakhir di posisi 7.041,28. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 0,36% menjadi 24.102,70.
S&P 500 mencatatkan tonggak sejarah dengan menutup perdagangan di atas level 7.000 untuk pertama kalinya. Nasdaq juga mencetak prestasi gemilang dengan mencatatkan sesi positif ke-12 berturut-turut. Ini merupakan laju kemenangan terpanjang bagi indeks padat teknologi tersebut sejak tahun 2009.
Sentimen pasar membaik setelah Presiden Donald Trump memberikan konfirmasi terbaru mengenai situasi Timur Tengah. Trump telah berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyatakan Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari.
Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada pukul 17.00 waktu setempat. Langkah Israel menghentikan serangan ke Lebanon menjadi syarat utama dimulainya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Trump menyebut putaran pembicaraan tatap muka berikutnya kemungkinan terjadi akhir pekan depan.
Harapan akan kesepakatan damai kedua negara memicu penguatan harga saham dalam beberapa hari terakhir. Trump mengklaim perang Iran sudah sangat dekat untuk berakhir. Ia menyebut Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan.
Rob Williams, Chief Investment Strategist di Sage Advisory, memberikan analisanya terkait dampak ekonomi jangka panjang. Meski kesepakatan damai diharapkan segera terwujud, pasar tetap harus mewaspadai potensi volatilitas. Hal ini berkaitan dengan dampak perang terhadap ekonomi AS.
“Kita harus menghadapi beberapa kuartal dengan PDB di bawah standar,” ujar Williams dalam wawancara dengan CNBC.
Williams menilai pertumbuhan ekonomi saat ini masih tertahan di level 2%. Ia memprediksi ekonomi akan melambat dalam beberapa periode ke depan.
“Saya tidak tahu apakah pasar siap untuk itu,” tambah Williams. “Ekonomi masih pada pertumbuhan 2%. Kita mungkin akan mendapatkan beberapa kuartal di bawah 2% di sini.”
Sepanjang minggu ini, performa Wall Street menunjukkan tren positif yang kuat. Indeks S&P 500 melesat 3,3% dan Nasdaq melonjak 5,2%. Sementara itu, indeks Dow Jones juga merangkak naik lebih dari 1% dalam periode mingguan.
