Gempuran Mobil Cina Menanti, ASII Bidik Pangsa Pasar 50%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra International Tbk (ASII) optimistis mempertahankan dominasi di pasar otomotif nasional. Perseroan menargetkan pangsa pasar tetap stabil di level 50%. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya persaingan dari produsen kendaraan listrik (EV) asal Cina dan Korea.

Presiden Direktur ASII, Rudy, menegaskan sektor otomotif merupakan tulang punggung perusahaan. Bisnis ini menjadi pendukung utama profitabilitas Astra saat ini maupun masa depan. Keterangan tersebut disampaikan dalam paparan publik usai RUPST di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Direktur ASII, Gidion Hasan, menjelaskan posisi pangsa pasar Astra secara historis berada di angka 50% hingga 55%. Capaian ini bertahan meski persaingan dengan merek-merek mobil baru sangat ketat.

Gidion meyakini berbagai jenis teknologi kendaraan akan terus berdampingan di Indonesia. Ia merujuk pada kebutuhan masyarakat yang sangat luas dan beragam. Saat ini, mesin konvensional (ICE) masih menguasai sekitar 55% pasar nasional karena faktor keterjangkauan.

“Mobil listrik, mobil hybrid, maupun mobil ICE atau mesin konvensional akan terus eksis bersama-sama,” ujar Gidion.

Data internal perusahaan menunjukkan distribusi mobil listrik masih terpusat. Sekitar 70% penjualan EV berada di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, mobil hybrid tersebar lebih merata ke seluruh pelosok tanah air.

Astra menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk memitigasi erosi pangsa pasar dalam lima tahun ke depan. Strategi utama melibatkan peluncuran produk yang tepat serta pemanfaatan ekosistem yang luas. Jaringan ini mencakup dealer, retail, pembiayaan, hingga layanan purna jual.

Rudy menambahkan perbedaan karakter wilayah memengaruhi adopsi teknologi kendaraan. Kota-kota besar dengan infrastruktur memadai cenderung lebih cepat mengadopsi EV. Sebaliknya, masyarakat di luar kota besar lebih mengutamakan aspek fungsional dan harga.

Kondisi ini mendorong Astra menerapkan strategi multipathway. Strategi ini menyediakan berbagai pilihan teknologi mulai dari mobil listrik berbasis baterai (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga mesin konvensional.

“Astra itu multipathway, kita ada BEV, kita ada PHEV, kita juga ada ICE karena masing-masing segmen itu kebutuhannya beda-beda,” pungkas Rudy.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Transformasi Sukses, CEO dan COO Bank Jakarta Sabet Penghargaan Terbaik 2026

STOCKWATCH.ID, Jakarta – Bank Jakarta mengukir prestasi gemilang di...

Investasi A$23,75 Juta di Tolu Minerals, Petrosea (PTRO) Masuki Bisnis Emas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan bahwa Perseroan...

Bos Baru Astra (ASII) Ungkap Strategi Hadapi Tensi Geopolitik Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Presiden Direktur PT Astra International Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru