Perkuat Bisnis Logistik, WBSA Akuisisi Bermuda Inovasi Logistik, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), dan PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL) menandatangani perjanjian untuk mengambil-alih 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) pada 17 April 2026.

Direksi WBSA dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Selasa 28 April 2026 mengemukakan, berdasarkan kesepakatan para pihak, BNL bakal menjual sebanyak 191.250 lembar atau 99,99% sahamnya dalam PT BIL kepada Perseroan (WBSA). Nilai transaksi tersebut mencapai Rp215 miliar.

Menurut Direksi, rencana pengambilalihan  saham tersebut didasarkan pada pertimbangan strategis WBSA sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi di Indonesia. Bagaimanapun, rencana Transaksi memberikan Perseroan akses lebih luas pada sektor industri primer, khususnya pertambangan dan komoditas pada sektor hulu, yang memiliki kebutuhan angkutan domestik dalam volume besar dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang baik.

Kombinasi jaringan operasional Perseroan dan PT BIL yang saling melengkapi juga akan memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan penetrasi wilayah operasi Perseroan setelah akuisisi, terutama di wilayah luar Jawa.

Selain itu, aksi korporasi ini juga bagian dari diversifikasi basis pelanggan dan pemerataan kontribusi industri. WBSA akan melakukan penggabungan basis pelanggan Perseroan dan PT BIL sehingga akan meningkatkan sebaran pelanggan, serta menurunkan konsentrasi dan ketergantungan Perseroan terhadap pelanggan utama. Akuisisi PT BIL juga akan menciptakan konsentrasi pendapatan yang lebih seimbang di beberapa kelompok industri, sehingga mengurangi dampak negatif dari siklus usaha di sektor tertentu.

Melalui integrasi operasional dengan PT BIL, Perseroan dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi dan utilisasi armada, memperkuat koordinasi rute antarmoda, serta mengurangi ketergantungan pada penyedia jasa eksternal. Dengan pengendalian langsung terhadap kapasitas dan jadwal pengangkutan.

Perseroan dapat memberikan layanan yang lebih konsisten, efisien, dan terintegrasi kepada pelanggan korporasi. Penguatan integrasi multimoda dengan layanan angkutan laut PT BIL menciptakan peluang penawaran layanan terpadu kepada pelanggan dan peningkatan penetrasi Perseroan.

Bahkan akuisisi BIL juga dalam rangka peningkatan Skala dan Pangsa Pasar. Dengan bertambahnya cakupan geografis dan skala usaha pasca akuisisi PT BIL, Perseroan akan memiliki posisi dan pangsa pasar yang lebih kuat di segmen logistik business to business (B2B).

Skala usaha yang lebih besar serta integrasi layanan secara terpadu dari hulu ke hilir meningkatkan daya saing Perseroan dalam industri logistik yang semakin menuntut keandalan, koordinasi multimoda, dan kemampuan menyediakan solusi satu pintu di seluruh wilayah Indonesia.

Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana ketentuan POJK 17/2020 di mana nilai Transaksi mencapai lebih dari 50% dari ekuitas Perseroan. Rencana Transaksi juga merupakan transaksi yang mengandung unsur Transaksi Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020. Namun, berdasarkan pasal 24 ayat 1 POJK 42/2020, dalam hal transaksi material merupakan Transaksi Afiliasi, Perseroan hanya wajib memenuhi ketentuan POJK 17/2020.

Seperti diketahui, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), perusahaan logistik terintegrasi yang berfokus pada layanan angkutan multimoda, yang baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 April 2026.

Perusahaan ini melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan menawarkan sebanyak 1,8 miliar saham baru atau setara dengan 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran perdana  sebesar Rp168 per saham, sehingga Perseroan berhasil menghimpun dana Rp302,4 miliar.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, digunakan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan, khususnya melalui akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan logistik end-to-end, Selain itu, dana IPO juga akan digunakan Perseroan untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Gelar Rights Issue, Energi Mega Persada (ENRG) Siap Terbitkan 13,5 Miliar Saham Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP)...

IHSG Turun Lagi 0,48% ke 7.072,392, Delapan Indeks Sektor Berakhir Melemah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka menguat di 7.128,466, Indeks Harga Saham...

Jaya Real Property (JRPT) Siap Buyback Saham Senilai Rp100 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perusahaan properti dan real estat, PT Jaya...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru