BEI Kantongi Satu Nama di Pipeline Rights Issue, Datang dari Sektor Properti

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat realisasi aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue terus berjalan. Hingga akhir April 2026, nilai penghimpunan dana dari aksi ini telah mencapai triliunan rupiah.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan perkembangan terbaru data emiten tersebut. Sebanyak 3 perusahaan tercatat telah merampungkan proses penerbitan rights issue. “Total nilai Rp3,75 triliun,” kata Nyoman di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Selain yang sudah terealisasi, BEI masih mengantongi satu nama perusahaan dalam daftar tunggu (pipeline). Perusahaan tersebut saat ini sedang bersiap melakukan aksi korporasi serupa. Emiten ini berasal dari sektor Properties & Real Estate.

Data pipeline menunjukkan sektor properti mendominasi sebesar 100%. Sementara itu, sektor-sektor besar lainnya masih terpantau nihil. Belum ada rencana rights issue dari sektor finansial, energi, kesehatan, hingga teknologi.

Nyoman menegaskan proses pemantauan terhadap rencana emiten terus dilakukan secara berkelanjutan. “Masih terdapat 1 perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” jelasnya.

Aksi korporasi ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan. Dana hasil rights issue biasanya digunakan emiten untuk ekspansi usaha atau membayar kewajiban utang. Pertumbuhan nilai emisi ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi pasar modal di tanah air.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Telkom Cabut Status Non-Reliance, Laporan Keuangan 2023-2024 Kembali Dinyatakan Andal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Realisasi EBUS Tembus Rp58,90 Triliun, BEI Masih Kantongi 47 Emisi di Pipeline

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat...

BEI Kantongi 15 Calon Emiten di Pipeline IPO, Mayoritas Punya Aset di Atas Rp250 Miliar

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru