Samuel Sekuritas Nilai Prospek OASA Cerah, Cinta Laura Kawal Proyek Sampah Jadi Listrik Rp1,18 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) tengah menyiapkan pendanaan sebesar USD 74 juta untuk mendukung pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (WtE).

Dana investasi tersebut setara Rp1,18 triliun dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS. Perseroan berencana mengombinasikan skema utang sebesar USD 52 juta dan penguatan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai USD 22 juta.

Seluruh dana akan dialokasikan untuk membiayai proyek strategis di wilayah Jabodetabek. Saat ini, OASA aktif menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tangerang Selatan dengan kapasitas 1.100 ton sampah per hari dan potensi output listrik sebesar 25 MW.

Perseroan memegang kepemilikan saham mayoritas sebesar 76% pada proyek tersebut. Selain itu, OASA juga terlibat dalam proyek pengolahan sampah skala besar di Jakarta Barat dengan kapasitas 2.000 ton per hari dan porsi kepemilikan saham sebesar 28%.

Kedua proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028. Kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 dinilai menjadi katalis utama bagi bisnis ini. Regulasi tersebut menetapkan tarif listrik tetap sebesar USD 0,20 per kWh dengan kepastian kontrak selama 30 tahun.

“Perpres Nomor 109/2025 menjadi titik balik penting untuk meningkatkan nilai ekonomi proyek,” tulis tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporannya, dikutip Minggu 10/5/2026).

Hingga September 2025, OASA membukukan pendapatan sebesar Rp31 miliar. Segmen bisnis pengelolaan sampah dan jasa konstruksi menyumbang 77,4% terhadap total pendapatan, sedangkan sisanya berasal dari penjualan woodchip sebesar 22,6%.

Meski masih mencatatkan rugi bersih Rp13,3 miliar pada periode sembilan bulan 2025, profitabilitas perseroan diproyeksikan berbalik positif. OASA diperkirakan mampu mencetak tambahan EBITDA sekitar Rp250 miliar atau USD 14,4 juta pada 2029 apabila proyek Tangerang Selatan beroperasi dengan faktor kapasitas 80%.

Posisi keuangan perusahaan dinilai cukup sehat. Hingga September 2025, OASA membukukan posisi kas bersih sebesar Rp44 miliar. Sementara itu, harga saham OASA telah melonjak 63,6% secara year to date (YTD) ke level Rp432 per saham.

Jajaran kepemimpinan OASA diisi sejumlah tokoh berpengalaman. Jabatan Presiden Komisaris dipegang oleh Hariyadi BS Sukamdani. Adapun posisi Chief Executive Officer (CEO) dijabat oleh Bobby Gafur Umar yang juga merupakan ultimate beneficial owner (UBO) dengan kepemilikan saham sebesar 40%.

Artis sekaligus pengusaha Cinta Laura Kiehl juga tercatat sebagai Komisaris perseroan sejak 2022. Susunan direksi lainnya diperkuat oleh Tri Widjajanto Joedosastro sebagai Chief Project Officer, Noor Romawibowo sebagai Chief Investment Officer, Soraya Inderasari sebagai Chief Finance Officer, serta Chandra Devikemalawaty sebagai Chief Legal Officer.

Samuel Sekuritas Indonesia menilai OASA memiliki prospek bisnis yang cerah. “Penetrasi yang masih rendah menunjukkan jalan panjang bagi adopsi teknologi WtE di Indonesia,” tulis laporan riset tersebut.

Kapitalisasi pasar OASA saat ini tercatat sebesar Rp2,7 triliun. Perseroan terus bertransformasi dari kontraktor listrik bangunan menjadi pengembang teknologi lingkungan berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hartarto Ciputra Melepas 52,7 Juta Saham INCF, Kepemilikan Tersisa 2,22%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hartarto Ciputra memangkas porsi kepemilikan sahamnya...

Pemegang Saham ENZO Bertambah 811 Investor, Free Float Tetap 30,69% per April 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Jumlah pemegang saham PT Morenzo Abadi...

Komposisi Saham MMIX per April 2026: Publik Kuasai 25%, Free Float 21,91%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru