GGRM Jaga Free Float di Atas Ketentuan BEI, Empat Anggota Keluarga Wonowidjojo Tercatat sebagai UBO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mempertahankan porsi saham publik (free float) sebesar 16,45% hingga akhir April 2026. Dengan demikian, emiten rokok tersebut tetap memenuhi ketentuan minimum free float yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 April 2026 yang disampaikan kepada BEI, jumlah saham free float GGRM tercatat sebanyak 316.505.330 lembar. Jumlah itu setara dengan 16,45% dari total saham tercatat sebanyak 1.924.088.000 lembar.

Ketentuan V.1.1 Peraturan I-A BEI untuk Papan Utama mewajibkan emiten memiliki sedikitnya 50 juta saham free float dan paling sedikit 15% dari total saham tercatat. Posisi GGRM saat ini berada di atas ambang batas tersebut.

Struktur kepemilikan saham GGRM masih didominasi oleh PT Suryaduta yang berkedudukan di Kediri dengan kepemilikan 1.333.146.800 saham atau 69,29%. Sementara itu, PT Suryamitra yang berbasis di Jakarta menggenggam 120.442.700 saham atau 6,26%.

Di jajaran manajemen, Komisaris GGRM, Juni Setiawati, memiliki 11.231.645 saham atau setara 0,58%. Adapun Direktur GGRM, Susilo Wonowidjojo, tercatat menguasai 1.709.685 saham atau 0,09%.

Perseroan juga mengungkapkan data pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) pada tingkat individu. Terdapat empat nama yang tercatat, yakni Juni Setiawati Wonowidjojo dengan kepemilikan 0,58%, Susilo Wonowidjojo 0,09%, Sigid Sumargo Wonowidjojo 1,09%, dan Sumarto Wonowidjojo 0,41%. Seluruhnya merupakan pemegang saham langsung perseroan.

Jumlah investor GGRM yang tercermin dari nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) mencapai 23.012 akun per akhir April 2026. Angka ini turun 607 SID dibandingkan posisi Maret 2026 sebanyak 23.619 SID. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum BEI yang mensyaratkan sedikitnya 300 SID.

Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman, menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan kepada otoritas bursa telah disusun secara akurat.

“Direksi atas nama Gudang Garam Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,” ujar Heru dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (11/5/2026).

Sampai dengan akhir April 2026, GGRM tidak memiliki saham treasuri. Dengan demikian, seluruh saham perseroan telah tercatat di bursa dan tidak terdapat saham yang belum tercatat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bidik Pendapatan Rp299,53 Miliar pada 2026, Ini Strategi Manajemen LOPI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) menargetkan...

Sah! Pacific Universal Kuasai 51% Saham Mitra Adiperkasa (MAPI)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pacific Universal Investments Pte. Ltd. resmi...

GPSO Gelar RUPS 2 Juni, Minta Restu Private Placement hingga Akuisisi Aset Afiliasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) akan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru