STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana mengambil alih 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI). Nilai investasi untuk mengakuisisi perusahaan kontraktor telekomunikasi tersebut mencapai Rp280,40 miliar.
Manajemen INET akan menyerap 180.000 lembar saham baru yang diterbitkan SGI. Harga pelaksanaan transaksi ditetapkan sebesar Rp1.557.799 per lembar saham.
Senior Vice President Corporate Secretary INET, Arki Rifazka, menjelaskan aksi korporasi ini merupakan langkah strategis Perseroan. SGI merupakan induk usaha yang bergerak di bidang penggelaran kabel fiber optik bawah laut (submarine cable).
“Langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas end-to-end dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, khususnya jaringan kabel fiber optik bawah laut,” ujar Arki dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (13/5/2026).
Transaksi tersebut masuk kategori transaksi material karena nilainya setara 65,33% dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.
Untuk mendanai akuisisi, INET mengandalkan beberapa sumber pendanaan. Perseroan telah memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Jtrust Indonesia Tbk sebesar Rp350 miliar. Selain itu, dana juga berasal dari hasil Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue serta Waran Seri II.
SGI memiliki keunggulan operasional melalui kepemilikan dua kapal khusus penanaman kabel laut, yakni Nostag 10 dan Pacific Guardian. Kehadiran aset tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebaran jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya proyek INET.
“Investasi ini mendukung strategi ekspansi Perseroan dalam memperluas jangkauan jaringan backbone, termasuk konektivitas antar pulau dan internasional,” tambah Arki.
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Iwan Bachron dan Rekan telah melakukan penilaian atas rencana transaksi tersebut. Nilai pasar 100% saham SGI per 31 Desember 2025 ditetapkan sebesar Rp175,19 miliar atau Rp1.459.957 per lembar saham.
Berdasarkan analisis aspek ekonomis dan keuangan, KJPP memberikan opini wajar atas rencana transaksi tersebut. Harga transaksi per lembar saham berada dalam kisaran ±7,5% dari nilai pasar yang ditetapkan penilai independen.
Aksi akuisisi ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap keuangan INET. Jumlah aset proforma Perseroan diperkirakan melonjak 102,04% menjadi Rp1,53 triliun setelah transaksi rampung.
Perseroan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa, 19 Mei 2026. Agenda rapat antara lain meminta persetujuan pemegang saham atas rencana akuisisi dan penambahan kegiatan usaha baru.
