IHSG Pagi Ini Ambruk Lagi 1,64% ke 6.746,730 Menyusul Langkah MSCI Coret 6 Saham dari Index

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Rabu (13/5/2026) masih di zona merah. Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG terpantau di level 6.746,730, melemah 112,169 poin atau ambruk 1,64% dari penutupan Selasa (12/5/2026) di level 6.858,899.

Harga saham-saham yang melemah pagi ini di antaranya adalah TLKM turun 0,34% jadi Rp2.940 per saham. UNVR turun 0,83% jadi Rp1.785, ASII turun 0,43% jadi Rp5.825, BMRI turun 0,24% jadi Rp4.230, dan BBRI turun 1,24% ke harga Rp3.180 per saham.

Sedangkan harga saham BBCA naik 0,41% jadi Rp6.150 per saham. BDMN naik 2,05% jadi Rp4.480, GGRM naik 1,80% jadi Rp16.925, BUMI naik 0,94% jadi Rp214, dan DEWA naik 0,42% ke harga Rp476 per saham.

Menurut data RTI Business, hingga pukul 09.17 WIB, terpantau sebanyak 11,616 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 370.728, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,631 triliun. Tercatat sebanyak 352 saham turun, sebanyak 205 saham naik dan sebanyak 162 saham tetap tidak berubah.

Sementara itu, indeks bursa Asia pada Rabu (13/5/2026) pagi ini bervariasi. Indeks Nikkei 225 dan Straits Times naik masing-masing 0,17% dan 0,71%. Sedangkan indeks Hang Seng dan Shanghai turun masing-masing 0,40% dan 0,08%.

Aksi jual lanjutan saham di BEI diduga terkait dengan langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang melakukan perubahan besar terhadap komposisi saham Indonesia dalam peninjauan indeks periode Mei 2026. Meski banyak saham domestik dikeluarkan dari indeks globalnya, MSCI tetap mempertahankan status Indonesia dalam kelompok Emerging Markets.

Indonesia tetap berada di kelompok Emerging Markets bersama sejumlah negara besar seperti China, India, Korea Selatan, dan Jepang. Keputusan ini sekaligus meredakan kekhawatiran pasar setelah sebelumnya muncul isu potensi penurunan status Indonesia akibat masalah investability atau kemudahan investasi.

Namun di sisi lain, MSCI melakukan pengurangan signifikan terhadap jumlah saham Indonesia dalam indeksnya. Sebanyak enam saham dicoret dari MSCI Global Standard Index, yakni PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Index. MSCI mencoret PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Alandin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG). Perubahan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 29 Mei 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Targetkan Pendapatan Rp79,3 Miliar di 2026, TNCA Siap Ekspansi dan Optimalisasi Pelanggan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA)...

Direktur BYAN Neill Russel John Divestasi 3 Juta Saham Perusahaan Rp36 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Neill Russel John,  Direktur PT Bayan Resource Tbk...

Dana Pensiun BPD Jateng Jual 62,5 Juta Saham YOII di Harga Rp108, Cuan Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dana Pensiun Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru