STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi perombakan besar dalam MSCI Inc. Global Standard Index yang menyebabkan sejumlah saham berkapitalisasi jumbo asal Indonesia keluar dari indeks tersebut.
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihak bursa menghormati sepenuhnya keputusan MSCI. Menurut dia, setiap penyedia indeks memiliki metodologi dan parameter penilaian yang berbeda dalam menentukan konstituen.
“Setiap index provider tentu memiliki metodologi masing-masing,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, MSCI lebih menekankan pendekatan kuantitatif dalam menyusun daftar saham unggulan. Sementara itu, BEI juga memiliki sejumlah indeks acuan, seperti IDX80, LQ45, dan IDX30, yang masing-masing menggunakan metodologi tersendiri.
Jeffrey menegaskan BEI tidak berada pada posisi untuk mengintervensi keputusan MSCI, termasuk penggunaan faktor penambah maupun pengurang dalam proses evaluasi.
“Kami tentu tidak pada posisi untuk mengintervensi itu,” katanya.
Menurut Jeffrey, fokus utama BEI adalah menjaga pasar modal Indonesia tetap teratur, wajar, dan efisien. Dengan mekanisme pasar yang sehat, emiten domestik diharapkan dapat memenuhi standar internasional secara alami dan tetap menarik bagi penyedia indeks global.
Sebelumnya, sebanyak 17 saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index mewakili sekitar 85% kapitalisasi pasar BEI. Namun, dalam hasil evaluasi Mei 2026, enam saham emiten besar resmi dikeluarkan dari indeks tersebut.
Keenam saham tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Barito Renewables Energy Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Khusus AMRT, saham tersebut tidak sepenuhnya keluar dari indeks MSCI, melainkan dipindahkan ke MSCI Global Small Cap Indexes.
Dalam evaluasi kali ini, MSCI tidak menambahkan saham baru asal Indonesia ke MSCI Global Standard Index atau zero addition. Seluruh perubahan akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
Selain itu, MSCI juga melakukan perombakan pada MSCI Global Small Cap Indexes. Sebanyak 13 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks tersebut.
Beberapa di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Bank Aladin Syariah Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, PT Midi Utama Indonesia Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, PT MNC Digital Entertainment Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pacific Strategic Financial Tbk, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, dan PT Triputra Agro Persada Tbk.
MSCI mengumumkan perubahan tersebut dari Jenewa, Swiss, pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat. Evaluasi ini merupakan bagian dari peninjauan rutin yang dilakukan untuk menyesuaikan komposisi indeks dengan perkembangan pasar global.
